Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

anggri-Radar Tarakan • 2019-03-21 11:07:19

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu dipastikan berlanjut hingga akhir Maret. Jadwal pemadaman yang dikeluarkan UPL (unit layanan pelanggan) PLN Tanjung Selor terbilang ‘labil’. Bagaimana tidak, belum habis waktu pemadaman yang dirilis kini, jadwal pemadaman kembali keluarkan.

Tak tanggung-tanggung durasi mati listrik (ML) kini menjadi tujuh jam dan berlangsung hingga 28 Maret mendatang. Manajer ULP Rayon Tanjung Selor, Adiyoso ketika dikonfirmasi menjelaskan saat ini ada temuan Major Overhaul Slagging pada boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Sumber Alam Sekurau (SAS). Kondisi ini membuat PLN mengalami defisit daya.

“Terjadi emergency lagi, ada gangguan pada PLTU milik PT SAS sehingga kita alami defisit daya,” ucapnya kepada Radar Kaltara, Rabu (20/3).

Menanggapi kondisi tersebut, ia menyiapkan solusi jangka pendek yang dapat dilakukan PLN. Caranya, mengusulkan kepada salah satu vendor pembangkit dan saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan PLN Balikpapan. Solusi ini agar pembangkit yang sudah tidak digunakan lagi dapat diaktifkan kembali.

“Sudah putus kontrak. Sedang negosiasi PLN Wilayah Balikpapan. Diharapkan pembangkit yang sudah putus ini diaktifkan lagi. Sehingga, daya tetap ada dan disalurkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, jika terjadi kesepakatan antara vendor maka mati listrik (ML) dapat berkurang. Mulai dari durasi hingga jangkauan pemadaman. Mesin milik vendor saat ini masih berada di Tanjung Selor dan pernah digunakan untuk kerjasama dengan PLN. “Sedang kami nego agar vendor diaktifkan kembali. Sebab, itu pernah disewa dan saat ini mesin masih ada di PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel),” jelasnya.

Saat ditanya terkait adanya perubahan status dari rayon menuju area, ia berpendapat hal itu bukan wewenanganya. Hanya saja ia tetap berusaha untuk menyuarakan agar upaya itu menjadi PLN area. Dikarenakan, jika masih berada di bawah status area, tentunya status rayon sulit untuk membuat keputusan Slseperti mendatangkan mesin baru.

“Akan saya usahakan kepada PLN area dan wilayah. Jika memang sudah SK (surat keputusan) menjadi area di Tanjung Selor segera saya sampaikan,” ungkapnya.

Ia merincikan, saat ini PLTD ada 10 mesin yang beroperasi dan menghasilkan daya listrik hingga 7,8 megawatt (MW). Dan kondisi yang terjadi mengalami defisit sebesar 3,5 hingga 4 MW.

Ditanya terkait upaya percepatan dari PLN terkait informasi adanya pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) pihaknya menegaskan tidak memiliki keweangan untuk itu. “Itu kewenangan bukan sama kami untuk mempercepat penyaluran,” pungkasnya. (akz/fly)

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan
#listrik #pemadaman