TARAKAN - Sejak bertahun-tahun warga RT 22 Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah menggunakan jalan yang rusak. Tidak hanya itu, jalan tersebut selama ini mendapat perbaikan atas swadaya warga karena tidak adanya bantuan dari pemerintah.
Suriansyah Ketua RT setempat menerangkan jalan tersebut telah tiga kali mengalami kerusakan. Hal tersebut dikarenakan jalan tersebut hanya mendapat semenisasi seadanya karena terbatasnya biaya swadaya.
"Jalan ini rusaknya 3 kali. Jalan ini pertama kali diperbaiki kira-kira tahun 2007. Habis itu 2012, terakhir 2016. Sekarang rusak lagi. Selama ini kami hanya melakukan perbaikan seadanya karena terbatasnya anggaran swadaya kami juga. Jadi semennya itu banyak campuran pasirnya sehingga semen tidak bertahan lama," ujarnya kemarin (24/3).
Ia menerangkan, karena tidak kuat dalam waktu lama, sehingga lubang baru kerap bermunculan pada jalan tersebut saat diguyur hujan. Sehingga dengan munculnya lubang membuat warga semakin kesulitan untuk melintasinya.
"Karena jalan ini tidak ada besi cornya. Jadi setiap hujan semennya pecah. Kalau dibiarkan lama pasti menjadi lubang," terangnya.
Ia menerangkan, permasalahan warga saat ini tidak cukupnya anggaran melakukan semenisasi karena terbatasnya anggaran. Sehingga, masyarakat hanya dapat berharap bantuan pemerintah dalam perbaikan pondasi tersebut. Meski demikian, ia menerangkan jika warganya siap bergotong-royong memperbaiki jalanan jika pemerintah bersedia membantu melalui sisi anggaran.
"Kami mau buatkan perbaiki lagi paling dua tiga tahun pecah lagi karena kami punya anggaran terbatas. Saya sejak pertama kali jadi RT telah mengajukan bantuan ini tapi sampai sekarang tidak pernah ada bantuan. Kalau kerjainya kami bisa cuma anggarannya dari mana," tuturnya.
Ia menerangkan warga setempat sudah lelah diberi harapan oleh calon legislatif yang melakukan blusukan di kawasan tersebut. Sehingga menurutnya kawasannya hanya dimanfaatkan untuk politikus yang ingin mencari dukungan politik.
"Banyak sudah caleg ke sini masuk, sudah ada ratusan semua janjikan mau memperjuangkan jalan tapi kenyataannya setelah terpilih tidak pernah muncul batang hidungnya," kesalnya.
Ia menerangkan, beberapa tahun lalu beberapa petugas badan terkait sempat melakukan pengukuran di kawasan tersebut. Namun hingga hari ini pembangunan belum dilakukan. "Beberapa tahun lalu kami sempat menaruh harapan besar petugas DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) sempat ngukur jalan ini tapi tidak ada juga diperbaiki," pungkasnya. (*/zac/udn)
Editor : anggri-Radar Tarakan