TANJUNG SELOR – Terbukanya akses dari kawasan Bulu Perindu ke Gunung Seriang, mempercepat waktu tempuh bagi pengendara sepeda motor dari Kecamatan Tanjung Selor ke Kecamatan Tanjung Palas maupun sebaliknya.
Namun demikian, terbukanya akses pendekat itu, juga memiliki dampak lain bagi warga Bulu Perindu, karena jalan yang masih agregat. Saat cuaca panas, warga setempat, terutama yang bermukim di pinggir jalan, harus menghirup debu.
Seperti disampaikan Saiful, debu-debu yang beterbangan saat kendaraan bermotor melintas, cukup mengganggu. Padahal, kata dia, sudah dipasang peringatan agar pengendara yang melintas tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
“Debunya bertebaran di mana-mana kalau mereka laju,” ujarnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Kamis (18/4).
Keluhan yang sama disampaikan Sunarti, warga Bulu Perindu lainnya. Dia pun berharap pengendara yang melintas bisa pelan-pelan, agar debu tidak beterbangan.
Selain itu, baik Saiful maupun Sunarti sama-sama berharap agar pemerintah daerah segera mengaspal jalan tersebut. Dengan demikian, warga tidak lagi menghirup debu ketika cuaca panas. (tyo/fen)
Editor : uki-Berau Post