BERDIRINYA Provinsi Kaltara membuat Kota Tarakan semakin padat dengan dunia usaha. Peningkatan sangat dirasakan oleh pengusaha. Salah satunya Jupri Budiman yang bergelut di bidang minyak.
“Kalau untuk sektor bahan bakar yang saya geluti sekarang ini, mungkin tidak ada kendala ada kendala namun tidak terlalu signifikan. Tentunya sebagai anak daerah karena saya bergelut di dunia bahan bakar ini sejak nol sampai dengan saat ini, tentunya peningkatan itu saya rasakan sampai dengan saat ini,” bebernya.
Jupri Budiman yang juga ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tarakan mengatakan tak ada kendala berarti bagi yang ingin berinvestasi di Tarakan. “Pastinya kendala ada kami temukan, tetapi hal ini tidak terlalu signifikan karena di dunia usaha pastinya ada beberapa masalah, paling tidak hal itu bisa kita kendalikan,” terangnya.
Terkait dengan adanya investor yang masuk ke Kota Tarakan namun gagal dalam perjalanannya, Jupri Budiman berpendapat investor tersebut tidak memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kaltara. “Saya juga bergelut di bidang kuliner, jadi saya memahami betul tipikal masyarakat, mungkin saya perpandangan investor luar masuk ke Tarakan tidak melihat apa yang dibutuhkan atau keinginan dari masyarakat. Saya beri contoh rumah makan yang saat ini saya miliki pada awalnya memang saya merasakan berat sekali sampai saya merenovasi hingga tiga kali. Kenapa? Karena yang saya ketahui orang Tarakan ini ingin menikmati makanan sambil bersantai otomatis saya harus menyediakan tempat senyaman mungkin untuk konsumen. Nah begitu juga yang harus diterapkan oleh para investor melihat apa yang menjadi keinginan,” lanjutnya.
Di Ibu Kota Jakarta ia sempat menawarkan para rekannya untuk berinvestasi di Tarakan. “Sejak kepemimpinan Pak Sofian Raga saya sudah diinstruksikan untuk menggaet banyak pengusaha terutama di bidang jasa, saya sempat menawarkan ke beberapa rekan saya dan alhasil ada beberapa yang berminat. Kenapa saya menawarkan jasa, karena untuk sumber daya alam tidak ada di Tarakan kecuali di beberapa daerah di Kaltara. Dari koordinasi saya dengan beberapa pengusaha memang sudah ada yang tertarik dan sudah melaksanakan suvei di bidang perikanan, rencananya ekspor seperti ke Singapura,” kata Jupri.
Bahkan Jupri mengakui ada beberapa rekannya yang berminat untuk berinvestasi untuk membuat pusat perbelanjaan seperti mal. “Nah ini juga yang perlu saya sampaikan ada beberapa investor dari luar yang berminat untuk mengembangkan Tarakan untuk membuat pusat keramaian seperti mal, ada yang berminat untuk ini entah itu mau membangun mal baru di Tarakan atau mal yang lama difungsikan kembali saya belum ketahui. Ini merupakan uang besar pastinya mereka para investor ini akan survei juga melihat perkembangan di Tarakan seperti apa,” tandasnya.
MENJEMPUT DUNIA DIGITAL
Usaha transportasi laut menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Kaltara, sehingga saat ini cukup banyak jasa transportasi laut yang melayani rute ke beberapa kabupaten. Keberadaannya menjanjikan.
Ade Kurniawan, S.T, salah satu pengusaha transportasi laut yang melayani 8 rute di Kaltara, meyakini saat ini untuk dunia usaha khususnya jasa transportasi khususnya speedboat menjadi usaha yang menjanjikan saat ini. “Selama beroperasi di Tarakan memang untuk perkembangan sudah sangat terasa, selama berinvestasi untuk bidang pelayaran terutama passenger boat. Kalau ditanya keuntungan, jelas yang diberi keuntungan di sini adalah orang daerah sendiri, karena sebagian pemilih jasa transportasi laut yang saat ini ada dan terpusat di Tarakan 80 milik warga Kaltara,” bebernya kepada Radar Tarakan.
Pria yang akrab disapa Ade ini menegaskan, saat ini Kota Tarakan sebagai salah satu penyedia jasa transportasi laut terbaik di Indonesia oleh KNKT, ditambah dengan lonjakan penduduk yang menggunakan transportasi laut dalam sehari mencapai 4.800 penumpang yang datang maupun pergi dari Tarakan. “Sebagai masyarakat yang berdomisili di Tarakan kita melihat peluang berdasarkan survei. Untuk rute Tarakan ke Kabupaten Bulungan saja baik masuk maupun datang ke Tarakan hampir 1.500 sampai 1.700 penumpang per hari,” ulasnya.
Menurutnya yang perlu dilakukan pengusaha saat ini adalah inovasi. Seperti tiketing secara online.
“Sebenarnya inovasi wajib dilakukan ke depannya di tengah era modernisasi seperti ini, sehingga sebagai pemilik maupun pengusaha kita tidak ingin stagnan, perlu adanya pembaharuan. Ini era digital dengan sistem online penumpang tidak lagi mengantre tiket, tidak perlu lagi mecari jadwal keberangkatan, namun lagi-lagi kepercayaan konsumen yang menjadi hal penting untuk inovasi seperti ini. Nah hal seperti inilah yang perlu dipahami oleh investor yang akan berinvestasi di Tarakan,” tambahnya. (puu/lim)
Editor : izak-Indra Zakaria