Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bulungan Kekurangan Ruang Isolasi, Terpaksa Ini yang Dipakai...

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 18 April 2020 | 18:20 WIB
JADI ALTERNATIF: Gedung KNPI Bulungan jadi alternatif untuk lokasi isolasi pasien positifCovid-19 jika terus terjadi penambahan.
JADI ALTERNATIF: Gedung KNPI Bulungan jadi alternatif untuk lokasi isolasi pasien positifCovid-19 jika terus terjadi penambahan.

TANJUNG SELOR – Pasien positif Covid-19 kian bertambah di Kabupaten Bulungan. Hal ini pun berdampak terhadap fasilitas kesehatan, utamanya ruang isolasi.  

Mengingat saat ini di Bulungan ada 14 pasien positif yang dirawat di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo. Termasuk beberapa orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mengantisipasi dalam penanganan Covid-19 ini, jika pasien membludak.

Dengan bertambahnya pasien positif, secara otomatis tempat isolasi bakal ditambah. Untuk mengantisipasi,dikatakan Kepala Dinkes Bulungan,Imam Sujono telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

“Pihak rumah sakit akan menggunakan ruangan kelas III sebagai ruang isolasi untuk pasien positif. Mengingat bertambahnya pasien positif di Bulungan,” terang Imam, kemarin (17/4).

Alternatif lain, Dinkes akan menggunakan gedung Graha Pemuda Bulungan atau Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bulungan. Gedung KNPI memiliki fasilitas kamar sebanyak 14 ruangan. “Itu sebagai alternatif yang akan kita gunakan. Tapi perlu kita siapkan segala sesuatunya. Mulai dari sterilisasi ruangan hingga fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Namun demikian, Imam merasa masih kurang dengan kebutuhan yang ada saat ini. Selain akan menggunakan gedung KNPI, Rusunawa di Tanjung Selor dijadikan alternatif. Opsi akhir akan menggunakan Dome Centre.

“Untuk Rusunawa kita sedang memprosesnya dan sudah menandatangani surat permohonan kepada pihak pengelola. Kalau Dome Centre, kami merasa belum layak, karena belum ada lonjakan yang signifikan,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria