Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jaga Tradisi Beli Emas

uki-Berau Post • 2020-05-19 20:48:39
RAMAI: Jelang Idulfitri toko emas Bulungan Jaya di Pasar Induk Bulungan ramai pengunjung, Senin (18/5).
RAMAI: Jelang Idulfitri toko emas Bulungan Jaya di Pasar Induk Bulungan ramai pengunjung, Senin (18/5).

TANJUNG SELOR - Tinggal hitungan hari, Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah akan tiba. Beberapa pusat perbelanjaan di Tanjung Selor tampak ramai diserbu warga. Tidak terkecuali toko emas. 

Senin (18/5), Harian Rakyat Kaltara mendatangi toko emas Bulungan Jaya di Pasar Induk Bulungan, Jalan Sengkawit. Toko emas ini tampak dikerumuni pengunjung.

Kerylina (25), salah satu pengunjung mengatakan, membeli emas menjelang hari raya sudah menjadi tradisi, utamanya saat menyambut Idulfitri. Ia membeli emas untuk dihadiahkan kepada orangtuanya.

"Hampir setiap tahun menjelang Idulfitri, saya membeli emas. Biasa untuk dipakai sendiri. Tetapi tahun ini untuk saya kasih ke orangtua saya," ujarnya saat disua kemarin.

Harga emas di pasaran sangat fluktuatif. Bulan lalu mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 900 ribu per gram. Lalu dua minggu setelahnya kembali turun menjadi Rp 830 ribu per gram.

"Dua hari ke depan ini mungkin naik lagi. Tidak stabilnya harga emas ini ada kaitannya dengan pandemi Covid-19," kata Guntur Susanto, pemilik toko emas Bulungan Jaya, Ahad (18/5).

Lanjut Teguh, tiga hari lalu hingga hari ini jumlah masyarakat yang membeli emas terus meningkat, tapi tidak secara signifikan. Ia membenarkan peningkatan pembeli itu karena menjelang Idulfitri.

“Saya rasa bukan karena turunnya harga emas, sehingga banyak pembeli. Ini karena mendekati hari raya. Indikatornya dari tahun lalu, sepuluh hari mendekati lebaran mulai di serbu warga,” sebutnya. Kadar emas yang Teguh ialah 23 karat dan 24 karat.

Di toko emas Mulia, Tanjung Selor, justru harga emas cenderung tetap alias tidak mengalami kenikan maupun penurunan, “Tetap normal Mas. Untuk pembeli, Alhamdulilah ada saja, meski tidak begitu ramai karena memang peminat emas ini hanya kalangan tertentu saja,” kata Muhammad (25) pegawai toko emas Mulia. (*/mts/mua)

Editor : uki-Berau Post