Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Sekatak, Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Angkot

uki-Berau Post • Sabtu, 13 Juni 2020 - 01:00 WIB
DIEVAKUASI: Onah (42) saat ditemukan tak bernyawa oleh suaminya di dalam angkot, tepat di depan Terminal Bandara Juwata Tarakan, Kamis (11/6).
DIEVAKUASI: Onah (42) saat ditemukan tak bernyawa oleh suaminya di dalam angkot, tepat di depan Terminal Bandara Juwata Tarakan, Kamis (11/6).

TARAKAN – Onah,wanita berusia 42 tahun, merupakan warga Kecamatan Sekatak Buji Kabupaten Bulungan ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam angkutan kota (Angkot), tepat di depan terminal Bandara Juwata Tarakan, sekira pukul 16.00 Wita, Kamis (11/6). 

Sebelumnya, Onah bersama suami dan pamannya berencana membeli tiket pesawat dengan tujuan Bandung. 

Dengan jadwal keberangkatan pada 13 Juni mendatang. Saat itu, korban seorang diri di dalam angkot yang berplat nomor KT 1859 FB, menunggu suaminya. Kejadian tersebut dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tarakan, Iptu Muhammad Aldi. 

“Saat suaminya kembali ke angkot, korban sudah tidak bernyawa. Suaminya langsung berteriak dan melapor kepada petugas setempat,” ungkap Aldi, kemarin (11/6). Tim identifikasi Polres Tarakan tiba dan langsung lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Pihak kepolisian akan memeriksa saksi. Baik itu suami korban, paman dan sopir angkot. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum. “Korban ini sempat dirawat di RSUD Tarakan. Rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Informasi dari suami, korban ada penyakit tumor di perut,” jelasnya. 

Sebelum melakukan perjalanan, korban sempat melakukan rapid test di Rumah Sakit Ilyas Tarakan. Hasil rapid test dinyatakan negatif. Aldi mengaku, saat mengevakuasi jenazah penerapan standar protokol kesehatan tetap dilakukan. “Untuk penanganan seperti ini kami melengkapi petugas dengan APD (alat pelindung diri),” tuturnya. 

Laka Speedboat Renggut Satu Nyawa

Tak hanya jenazah wanita yang ditemukan tak bernyawa dalam angkot. Di hari yang sama, terjadi kecelakaan tunggal speedboat di sekitar perairan Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan sekira pukul 06.00 Wita pagi, Kamis (11/6). Motoris speedboat, FZ meninggal dunia saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. 

Sedangkan anak buah kapal (ABK) berinisial RT (28) mendapat perawatan medis di RSUD Tarakan. Meskipun sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Direktur Polairud Polda Kaltara AKBP Nyoman Budiarso mengatakan, korban yang selamat belum bisa dimintai keterangan. Sehingga belum bisa memperoleh kronologis terjadinya kecelakaan speedboat tersebut. 

“Korban sempat dibantu penjaga tambak yang ada di sekitar lokasi kejadian. Karena mendengar ada yang berteriak minta tolong. Speedboat ditemukan sudah dalam kondisi terjepit diantara pohon bakau di pinggir laut,” terang Nyoman. 

Berdasarkan keterangan saksi mata, Febriansyah (37) perjalanan dari Tarakan ke Pulau Tibi butuh waktu sekitar 10 menit. “Speedboat itu tabrak pohon bakau. Dua korban ini dibawa menggunakan speedboat terpisah,” tuturnya. 

Diduga motoris speedboat mengantuk, sehingga menabrak pohon. Korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Terhadap korban yang selamat, sementara masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan. 

“Posisi speedboat tidak terbalik, tapi terjepit. Kita duga korban terbentur saat tabrak pohon. Mungkin bisa juga mesinnya nabrak batang kayu hanyut, hingga speedboat terputar dan tidak bisa dikendalikan motoris. Kita belum bisa meminta keterangan korban selamat,” ungkapnya. 

Saat kejadian, kondisi air laut sedang surut. Nyoman melanjutkan, untuk speedboat dan muatan ikan di dalamnya belum bisa dievakuasi ke Tarakan hingga sore hari. Tapi sudah memasang garis polisi di TKP, hingga speedboat bisa digeser ke Tarakan dengan menunggu air pasang. Tindakan kepolisian, selain mengamankan TKP, juga melakukan visum terhadap kedua korban. 

Sementara itu, salah satu keluarga korban saat dimintai keterangan mengaku, speedboat berangkat dari Sungai Nyamuk, Nunukan ke Tarakan. “Sepertinya korban mengantuk, makanya terjadi kecelakaan ini. FZ ini biasa memang bawa speedboat dari Sungai Nyamuk ke Tarakan,” singkat pria yang enggan menyebutkan namanya. (*/sas/uno)

Editor : uki-Berau Post
#tewas