Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Bandeng Mulai Bergairah

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 20 Juni 2020 | 12:27 WIB
Photo
Photo

Jika harga udang yang turun drastis, lain halnya dengan komoditas bandeng. Mulai bergairah sejak pemerintah melakukan relaksasi di sejumlah sektor dengan tetap mewajibkan protokol kesehatan.

Suryadi salah satu pengusaha di bidang perikanan mengatakan, hasil produk perikanan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, sehingga semua pelaku usaha perikanan terus berjalan. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Setelah Lebaran ada pergerakan naik. Jadi setelah perlahan ekonomi terbuka dan pasar berjalan seperti biasa. Tapi belum signifikan,” katanya.

Tidak hanya mengekspor hasil produk perikanan ke beberapa daerah di Indonesia, namun pengiriman ke negara tetangga seperti Malaysia juga kembali terbuka. Diakui Suryadi, untuk pengiriman ikan bandeng ke Malaysia hanya khusus ikan dengan ukuran besar. “Semenjak ekonomi kembali dibuka, untuk impor ada kenaikan hingga 30 persen,” sebutnya.

Dilanjutkannya, setelah Lebaran pihaknya bisa mengirimkan hingga 200 ton bandeng. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding dengan dua bulan lalu, hanya mencapai 150 ton bandeng yang akan diimpor. Efeknya pun lebih positif kepada para petambak.

“Untuk harga ada kenaikan, karena ada permintaan. Itu juga karena pasar dan rumah makan sudah mulai buka, jadi ada permintaan,” imbuh Suryadi.

Selama pandemi Covid-19, pihaknya belum mendapati adanya jalur ekspor khusus hasil produk perikanan tetap berjalan seperti biasa. Hanya, jumlah produk hasil perikanan yang dikirim mengalami penurunan. Kemudian selama pandemi Covid-19, rendahnya daya beli masyarakat dan beberapa pasar ditutup memengaruhi hasil perikanan yang dikirim.

“Untuk harga memang sangat anjlok. Belum pernah harganya seperti ini dalam waktu sepuluh tahun. Jadi kemarin tembus Rp 5 ribu di tambak, biasanya normal Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu,” bebernya.

Berbeda lagi dengan ikan bandeng ukuran besar, yang mengalami penurunan hingga Rp 7 ribu. Namun untuk saat ini sudah mencapai Rp 4 ribu. Selama terjadinya penurunan harga membuat petambak mengeluh, lantaran tidak bisa menahan produksi. Semuanya dipastikan harus panen tepat pada waktunya. “Mudah-Mudahan di new normal nanti bisa tambah terbuka lagi perekonomian. Jadi kami bisa lebih bergairah lagi nanti,” tutupnya. (radartarakan)

 

Editor : izak-Indra Zakaria