TARAKAN - Kecelakaan yang terjadi di kawasan Gunung Amal, Tarakan Timur kembali mengingatkan kita pada janji Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akan melakukan pemangkasan Gunung Amal.
Kepada Radar Tarakan, Kepala Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Abdul Rahim mengatakan bahwa pihaknya semangat untuk melakukan pemotongan Gunung Amal. Hanya, masalah keuangan termasuk pembebasan lahan yang belum terselesaikan sehingga membuat pihaknya berpikir ulang. “Secara teknis tidak masalah, tapi itu tadi masalahnya, pembebasan lahan masyarakat sekitar yang belum dibayar,” jelasnya, kemarin (26/7).
Abdul mengungkapkan dana fisik rencana pemotongan Gunung Amal diperkirakan tidak terlalu besar. Sebab hanya akan mencapai miliaran rupiah. Hanya karena adanya tanah masyarakat yang belum terbayar sehingga hal ini dianggap cukup membebankan keuangan Pemkot Tarakan. “Kita masih banyak utang. Sebenarnya Pak Wali semangat, tapi setelah ditahu lahannya belum beres, maka dipikir dululah. Saya juga tidak tahu dana yang dibutuhkan pastinya berapa, yang jelas kalau lahan itu harus ada appraisal (penilaian) dulu,” katanya.
Abdul juga mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui persis penyebab kecelakaan yang terjadi di Gunung Amal pada Minggu kemarin (26/7). “Penyebab kecelakaan itu ada human error, faktor cuaca, faktor sarana atau kendaraan serta faktor prasarana, misalnya jalannya rusak. Saya belum tahu apa masalahnya. Ini yang perlu diklarifikasi dulu. Setelah dianalisa, baru kami antisipasi seperti apa penanganannya,” pungkasnya.
OLENG, TRUK SERUDUK MINIBUS
Tanjakan Gunung Amal kembali disorot setelah kecelakaan kembali terjadi kemarin. Sebuah truk berwarna merah yang mengarah dari Pantai Amal menuju ke Jalan Sei Sesayap menyeruduk minibus Honda CRV dengan Nopol KU 1707 GC. Kejadian itu terjadi sekira pukul 08.30 WITA.
Ardi, salah satu saksi mata yang sempat melihat kejadian itu menuturkan, kejadian itu terjadi saat truk tersebut turun dari atas tanjakan. Kemudian Honda CRV tersebut melaju dari bawah tanjakan dan akan menuju ke Pantai Amal.
“Saya lihat dari agak jauh, karena saat itu saya naik motor mau ke Pantai Amal. Namun saya sempat lihat kalau truk itu agak laju dari atas dan oleng begitu. Sebelumnya truk sempat menghindar mobil merah,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tarakan Arofiek Aprilian Riswanto mengatakan, truk tersebut dikendarai oleh pria berinsial AN. Saat itu truk sedang mengangkut rumput laut. Pihaknya pun sudah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kejadian. “Dari kejadian ini kedua belah pihak sepakat damai. Makanya kami tidak buatkan laporan polisi (LP),” kata Arofiek.
Sementara itu, ditambahkan Kanit Laka Lantas Iptu Patarai, usai melewati tanjakan depan Taman Anggrek dan akan turun dari atas tanjakan, sebuah mobil warna merah melambung ke tanjakan dan agak ke tengah. Hal itu membuat menghindari ke kiri.
“Dari keterangan sopir truk, ia agak laju sedikit kemudian ban mobil sempar keluar ke pinggir aspal,” katanya.
Lantaran sempat oleng, sopir truk ternyata banting stir lagi ke kanan. Saat bersamaan Honda BRV di jalur kanan tak bisa menghindari truk tersebut. Akibat dari kejadian itu, hanya sopir mobil Honda CRV yang mengalami luka ringan. Seluruh korban juga sudah pulang dari rumah sakit usai mendapatkan perawatan.
“Mobil CRV yang mengalami kerusakan cukup parah yaitu pinggir dari pintu rusak berat. Sementara truknya hanya mengalami kerusakan bagian bamper depan hancur,” sebut Patarai.
Dari keterangan sopir Honda CRV itu, ia tidak menghindari truk yang sedang oleng ke kanan lantaran sedang menanjak. “Cuma itu pemeriksaan awal kami dan kedua belah pihak tidak ada luka serius sehingga ingin menyelesaikan secara kekeluargaan,” tutupnya.
Kejadian ini sempat membuat warga yang melintas di sekitar Jalan Gunung Amal terhenti. Warga langsung mengevakuasi seluruh penumpang di dalam mobil minibus ke rumah sakit. (shy/zar/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan