TARAKAN - Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan pada Satuan Polisi Pamong Praja dan PMK Tarakan, Senin (27/7) sekira pukul 11.30 WITA menerima laporan dari salah seorang warga atas nama Abdulah di Gang Wakaf, RT 11 RW 02, No. 165 Jl. Yos Sudarso Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur. Selain itu pihaknya juga menerima laporan pengaduan dari masyarakat sekira pukul 14.00 WITA, dari Juata Laut, Tarakan Utara untuk pengamanan sarang tawon jenis tropika.
Kepala Seksi PMK pada Satpol PP-PMK Tarakan Irwan menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwa ada sarang tawon ndas atau biasa juga disebut tawon ban kuning (vespa affinis) berada pada sudut rumahnya. Info tersebut masuk melalui call center 112 Tarakan. Laporan diterima oleh regu piket kesiapsiagaan Damkar Sektor Barat, dari hasil tersebut petugas langsung menindaklanjuti laporan.
“Bersama personel tim rescue, fire rescue Mako PMK yang ada di Kampung Satu Skip bergabung dalam melaksanakan tugas non-kebakaran pada jam 17.00 WITA, pelaksanaan evakuasi sarang tawon tersebut berjalan selama 15 menit, karena posisi sarang tawon ndas atau vespa affinis sangat sulit dijangkau. Sehingga petugas harus ekstra hati hati dalam mengevakuasi. Ketinggian bubungan sekitar kurang lebih 15 meter, yang berada di plafon lantai 2 Abdullah dan hal ini sedikit menyulitkan petugas,” ungkapnya.
Lanjut Irwan, sedangkan untuk pengamanan sarang tawon yang ada di Juata Laut, pihaknya menerima laporan pengaduan dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WITA. Evakuasi dilakukan pada malam hari sekira pukul 21.00 WITA.
“Untuk jenis tawon yang ada di Juata Laut, jenisnya berbeda dan lebih berbahaya, walaupun sama-sama Tawon ban kuning. Tetapi ukuran badannya lebih besar yang jenis tawon tropika, yang dari informasinya apabila menyengat dapat membuat orang tersebut demam, bahkan ketika menyengat bukan hanya satu ekor tetapi langsung menyerang secara keseluruhan,” ungkapnya.
Dalam melakukan evakuasi petugas PMK membutuhkan waktu sekira 30 menit. Besarnya sarang yang harus dievakuasi sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Bahkan tawon tropika bukan hanya membuat sarang di luar tetapi juga masuk ke dalam celah dinding gedung.
Petugas PMK juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, karena dalam 3 bulan terakhir petugas menerima sejumlah laporan terkait dengan sarang tawon, lebah dan ular berada di tengah tengah peemukiman penduduk. Yang kemungkinan besar penyebab utamanya adalah sumber makanan dalam hutan sudah minim.
“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan lagi dan kami juga mengimbau untuk selalu waspada dari ancaman bahaya kebakaran, baik itu kebakaran lahan maupun kebakaran rumah. Periksa kembali kompor dan pastikan kompor tersebut padam serta selalu perhatikan penggunaan setop kontak atau steker listrik yang tidak berlebihan atau bertumpuk dalam pemakaian listrik,” tutupnya. (agg/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan