TARAKAN – Poros ketiga, H. Udin Hianggio dan Dr. H. Undunsyah. Keduanya bulat berpasangan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) 2020. Ini juga menjawab teka-teki masa depan H. Udin Hianggio setelah beredar kabar belum klop dengan Irjen Pol Indrajit.
H. Udin menyampaikan hal itu dengan optimistis. Keduanya berencana akan didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Bahkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi target dukungan pasangan ini.
Kepada Radar Tarakan, Udin mengatakan bahwa pihaknya melakukan pertemuan ke beberapa partai politik di Jakarta, yakni PDIP dan Hanura untuk meyakini kedua partai ini mengusungnya pada Pilgub Kaltara 2020.
“Masih tetap (maju) mudah-mudahan sama Pak Undun pasangannya,” beber politisi Hanura ini, kemarin (24/8).
Udin tetap sebagai calon gubernur, sementara Undunsyah sebagai calon wakilnya. “Istilahnya saya sudah bintang tujuh, jadi harus nomor satu saya,” tutur wali kota Tarakan periode 2008-2013 ini dengan berseloroh.
Udin menjelaskan jika keduanya didukung PDIP dan Hanura, maka jumlah kursi dukungan lebih dari yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab KPU memberi syarat bahwa setiap pasangan calon diwajibkan untuk memiliki dukungan kursi minimal 7, sedang jika digabung PDIP dan Hanura sudah mendapatkan 10 kursi. Kendati demikian, Udin masih ingin menggaet PKB, karena Undunsyah merupakan kader PKB. “Saya sedang di Jakarta ini (mengamankan parpol) PKB masih tergantung. Kalaupun sudah diklaim, tapi diusahakan dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltara, Norhayati Andris mengatakan bahwa keputusan pengusungan menjadi ranah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. “Jadi saya minta maaf, karena seluruhnya di tangan DPP. Tunggu saja tanggal 28 nanti,” beber wanita yang juga ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara itu.
Norhayati menjelaskan bahwa Udin memang pada dasarnya merupakan salah satu figur yang mendaftar di PDIP. Hanya dirinya belum mengetahui pasti terkait siapa yang akan diusung DPP PDIP nanti. Namun, sejauh ini PDIP lebih intens berkomunkasi dengan Udin dibanding calon lain yang ingin maju di Pilgub Kaltara.
“Sampai hari ini sudah beberapa figur berkomunikasi, tapi yang paling intens sementara ini Pak Udin. Tadi malam (Minggu) pun saya masih teleponan sama Pak Udin, karena perjuangan selanjutnya kan oleh pasangan calon, karena kami hanya melengkapi persyaratan administrasi. Kalau lobi-lobi partainya itu dari calon. Intinya tanggal 28 nantilah,” terangnya.
Seperti diketahui, PKB sendiri diyakini telah menerbitkan SK dukungan untuk pasangan Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang – Dr. Yansen TP, M.Si. Soal keinginan Udin menggaet PKB, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltara menyebut pihaknya akan komitmen pada sikap awal.
“Terus terang saya belum mendengar adanya isu (mencari dukungan PKB) tersebut. Sehingga untuk saat ini PKB tetap menjalankan sikap sesuai keputusan tertinggi partai. Dari Pak Undun sendiri, terakhir beliau mengatakan kepada saya bahwa beliau saat ini berfokus pada menyelesaikan tugasnya sebagai bupati,” ujar Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, S.Pi, kemarin (24/8).
“Kedua, insyaallah bulan ini akan diserahkan B1-KWK KPU, karena saya juga kebetulan baru hari ini (kemarin) tiba di Jakarta. Karena dalam penyerahan B1-KWK akan dilakukan secara serentak seluruh wilayah,” sambungnya.
Ia menjelaskan, dalam dunia politik tentu hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. Meski demikian ia menjelaskan jika dalam politik semua kemungkinan bisa saja terjadi.
“Oleh karena itu, maklumlah dalam politik penuh dengan dinamika segala macam, tapi sampai hari ini saya belum mendapat kabar adanya perubahan-perubahan berkaitan dengan usulan dari pasangan calon yang akan diusung dari DPP PKB. Namun, semua kemungkinan itu bisa terjadi, kita tidak tahu karena ini kan keputusan tingkat tinggi,” tukasnya.
“Dalam politik kami memaklumi hal seperti itu. Bahkan di medsos banyak netizen sempat mencocokkan figur-figur berpasangan. Dan bagi kami itu hanya kreasi netizen dan kalau adapun isu menyebar seperti yang dimaksud, kami itu masih hal biasa,” lanjutnya.
Ia menambahkan, ia juga sempat mendengar H. Udin diisukan berpasangan dengan H. Anang Dahlan. Walau demikian, ia tidak dapat menanggapi hal tersebut lebih jauh mengingat hal tersebut bukanlah ranah PKB.
“Sempat juga diisukan berpasangan dengan Bapak Anang Dahlan, yang jelas belum ada pernyataan resmi. Mungkin itu hanya tim yang mencoba memasang-masangkan dan melihat reaksi masyarakat. Namun intinya sampai saat ini PKB masih komitmen dengan keputusan awal,” jelasnya. (shy/*/zac/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan