JUMLAH kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) masih terus mengalami penambahan. Kemarin (24/8), konfirmasi positif baru di Kaltara bertambah 8 kasus.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, 8 kasus konfirmasi positif baru itu terdiri dari 1 orang di Nunukan dengan inisial MH (55), dan 7 orang lainnya di Tarakan dengan rincian 5 orang laki-laki dengan inisial MZ (27), MP (25), FA (21), MY (27) dan GH (35), serta 2 orang perempuan dengan inisial HM(50) dan KN (31).
Adapun 8 kasus konfirmasi baru semuanya merupakan transmisi lokal atau kontak erat dari kasus sebelumnya. Artinya, hal ini patut menjadi atensi bersama agar dapat menaati arahan dari pemerintah serta mematuhi protokol kesehatan.
Sementara untuk pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak satu orang di Bulungan dengan inisial NH (29) yang berjenis kelamin laki-laki dengan riwayat perjalanan dari Makassar.
Dengan bertambahnya jumlah kasus konfirmasi dan yang sembuh ini, maka total konfirmasi positif di Kaltara naik menjadi 357 kasus dengan angka kesembuhan sebanyak 314 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.
"Sedangkan pasien konfirmasi positif yang masih dirawat hingga saat ini berjumlah 41 orang dengan rincian 31 orang di Tarakan, 4 orang di Nunukan, 3 orang di Bulungan, 2 orang di Malinau, dan 1 orang di Tana Tidung," ujar Agust kepada Radar Tarakan, Senin (24/8).
Artinya, untuk sementara ini tidak ada kabupaten/kota di provinsi ke-34 ini yang menyandang status zero kasus. Untuk diketahui, jumlah konfirmasi tertinggi di Kaltara itu di Tarakan yakni 132 kasus, kemudian Malinau sebanyak 112 kasus, lalu Bulungan sebanyak 53 kasus, berikutnya Nunukan sebanyak 52 kasus, dan Tana Tidung sebanyak 8 kasus.
Sementara untuk angka kesembuhan tertinggi itu di Malinau dengan jumlah 110 orang, kemudian Tarakan sebanyak 101 orang, berikutnya Bulungan dengan jumlah 49 orang, setelah itu Nunukan sebanyak 48 orang dan terakhir Tana Tidung sebanyak 7 orang.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan mengonfirmasi data terbaru. Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Gugus Tugas dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengenai adanya penambahan 7 kasus menjadi 132 kasus.
Perkembangan kasus mulai 1 Agustus 2020 hingga saat ini sebanyak 44 kasus, 13 di antaranya sembuh. Sehingga penambahan ini dinilai cukup signifikan. Ia menuturkan terjadinya penambahan tersebut disebabkan dari pelaku perjalanan, maupun transmisi lokal.
“Dari tracing kasus, penambahan pasien Covid-19 sebagian besar merupakan pelaku perjalanan, transmisi lokal, dan kontak erat dari pasien Covid-19. Kami menyayangkan, transmisi lokal terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, oleh karena itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan patuh terhadap ketentuan yang ada,” ungkap dr. Devi, Senin (24/8).
Sementara itu, jumlah kasus suspek yang dipantau saat ini sebanyak 50 orang. Sementara kontak erat yang sedang dipantau saat ini sebanyak 186 orang. Selain itu, ia menuturkan pihaknya telah mengirimkan sampel, 142 di antaranya menunggu hasil.
Jumlah kumulatif pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 101 orang. Jumlah sampel yang dikirim sebanyak 2.032 dan jumlah sampel.
TRANSMISI LOKAL
Satgas Nunukan juga mengonfirmasi penambahan dari transmisi lokal. Kini menjadi 4 pasien yang dirawat di kabupaten paling utara Kalimantan itu.
Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono, mengungkapkan, pada Minggu (23/8) malam, pihaknya menerima pemberitahuan hasil dari spesimen PCR di BLLK Surabaya. Dari 37 total spesimen, masing-masing 35 untuk diagnosa dan 2 sampel untuk pengobatan kesehatan.
“Hasilnya dari 35 sampel diagnosa, didapti 1 orang yang dinyatakan positif, 34 selebihnya negatif. Sementara untuk hasil follow up kesembuhan, hasilnya masih dinyatakan positif atau belum sembuh,” ungkap Aris, Senin (24/8).
Pasien baru positif Covid-19 yakni pasien NNK 52, laki-laki berumur 55 tahun tersebut, warga Nunukan Tengah. Dari hasil tracing yang dilaksanakan Senin (24/8) pagi, pasien tersebut sudah bergejala sejak tanggal 3 Agustus lalu, bahkan sudah pernah dirawat di RSUD Nunukan sejak tanggal 14 Agustus berstatus suspek.
Kemudian, dari hasil penelurusan rekam jejak, sejak tanggal 3 Agustus, pasien sudah disiplin dengan melakukan isolasi dan menjaga kontak dengan orang lain. “Artinya untuk kontak eratnya, kemungkinan kecil kami temukan,” tambah Aris.
Hanya, lanjut Aris, pihaknya kesulitan mencari sumber penularannya. Informasi yang diterima, baik dari informasi di lingkungan kerja termasuk informasi dari pasien sendiri, pasien tidak pernah bepergian keluar Nunukan, bahkan aktivitas di Nunukan juga sangat terbatas.
“Jadi kemungkinan besar ini merupakan penularan lokal atau penularan komunitas yang ada di tengah-tengah masyarakat,” imbuh Aris.
Sejak Sabtu (22/8) malam, pihaknya juga telah mendapatkan informasi dari Dinkes Tarakan dan Kaltara, ditemukan seorang konfirmasi positif di RSUD Tarakan, yang mana pasien berasal dari perusahaan di Kecamatan Sembakung, Nunukan.
“Kami akan tetap catat sebagai penambahan pasien baru di Nunukan, namun kami tidak melakukan pemantauan ataupun perawatan karena pasien dirawat di RSUD Tarakan,” ujar Aris.
Dijelaskan Aris, pasien tersebut berinisial pasien NNK 51, laki-laki berumur 45 tahun, alamat Desa Margasari, Balikpapan Barat, Kaltim. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) Dinkes Tarakan, informasi kronologis didapatkan, pada 7 Agustus lalu, pasien mulai akan bekerja dan melakukan rapid test di Balikpapan dengan hasil nonreaktif. Kemudian 8 Agustus, pasien berangkat ke Tarakan dan sorenya menuju Kecamatan Sembakung, Nunukan menggunakan transportasi speedboat.
Kemudian pada 9 Agustus, pasien ditemukan mengeluh batuk berdahak dan selanjutnya pada malam harinya pasien demam tinggi dan batuk pun menjadi semakin memberat. Keesokan harinya, dirinya masih merasa demam dan batuk hingga akhirnya dilakukanlah rapid test. Hasilnya masih nonreaktif.
Tanggal 11 Agustus, pasien masih demam batuk dan ditambah lagi dengan gejala sesak. Kemudian tanggal 13 Agustus, demam dan sesak pasien sudah hilang namun batuk masih terjadi. Kemudian tanggal 20 Agustus, akhirnya sudah tidak ada keluhan lagi.
“Nah, setelah sembuh, pasien melakukan rapid test, hasilnya reaktif. Ketika reaktif tepat pada tanggal 20 Agustus, pasien sudah berada di Tarakan, kemudian tanggal 21, dilakukannya pemeriksaan PCR dan hasil yang positif,” jelas Aris.
Dari hasil penyelidikan PE yang dilakukan Dinkes Tarakan, menyimpulkan pasien masuk dalam kategori pasien impor, karena belum genap 14 hari masuk ke Kecamatan Sembakung.
Dilanjutkan Aris, sejauh ini, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan sendiri, menginstruksikan ke Puskesmas Atap Sembakung, untuk melaksanakan tracing kontak erat. Kemudian akan dilanjutkan oleh tim Dinkes Nunukan yang akan melakukan monitoring sekaligus evaluasi langsung ke Sembakung. (iwk/*/zac/raw/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan