Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tarikan GT Monster Bikin Joran Melengkung sampai Patah

anggri-Radar Tarakan • 2020-09-14 10:16:04
MONSTER LAUT: Ikan jenis giant trevally (GT) dengan bobot 50,02 kg dipancing di perairan Kalimantan Utara, Sabtu (12/9) sore./UDIN FISHING CARTER FOR RADAR TARAKAN
MONSTER LAUT: Ikan jenis giant trevally (GT) dengan bobot 50,02 kg dipancing di perairan Kalimantan Utara, Sabtu (12/9) sore./UDIN FISHING CARTER FOR RADAR TARAKAN

TARAKAN - Hampir setengah berjibaku dan diwarnai insiden joran patah, seekor ikan giant trevally (GT) berukuran 50,02 kg dengan panjang sekira 1,15 meter dan lebar 50 cm ditaklukkan angler Radar Tarakan Fishing Club, Anthon Joy, bersama pemandu pemancing hobi Udin Trabas, Sabtu (12/9) sore. Ikan tersebut dinaikkan dari kedalaman 80-an meter di sebelah timur perairan Kota Tarakan.

Anthon Joy mengaku ikan sudah tak dapat dirilis ke perairan setelah diangkat naik ke atas speedboat. Kantong udara sudah memenuhi bagian mulutnya, pertanda dekompresi. “Kondisinya memang sudah lemah. Hampir 30 menit melawan, beberapa meter menuju permukaan, ikan sudah lemah. Di akhir tarikan itu, seperti bunyi angin yang keluar dari bagian mulut dan bagian belakangnya. Sudah dekompresi,” cerita Joy, sapaannya, kepada Radar Tarakan, Minggu (13/9).

Menurut Joy, untuk jenis GT, ukuran ini termasuk rekor bagi pemancing di Kalimantan Utara (Kaltara). “Ukurannya sungguh cukup besar. Pak Udin yang membawa kami juga menyatakan hal serupa. Di spot yang sama, pernah naik 33 kg, ukuran sedikit lebih kecil. Ini termasuk yang terbesar untuk jenis GT,” katanya.

Awal umpan berupa metal jig, umpan tiruan disambar ikan sekira pukul 17.00 WITA. Beberapa angler dalam satu rombongan bahkan sudah mengemas peralatan. Namun tiba-tiba tarikan cukup kuat dari dasar perairan menghantam.

“Tarikannya sungguh kuat, ada belasan menit joran itu melengkung terus. Padahal jorannya cukup beras, untuk PE 3-5 (kemampuan). Melengkung, saya kencangkan drag (rem pada reel/alat penggulung), masih berderik,” kisah Joy.

Udin yang membawa rombongan sempat mengemukakan ada dua kemungkinan ikan di spot tersebut dengan ciri khas tarikan seperti itu. “Spotnya memang GT, Pak Udin sampai mengira hiu, karena enggak berhenti melawan, menarik hingga ke dasar perairan. Namun setelah beberapa menit, ikannya agak lemah,” imbuhnya.

Di tengah pertarungan, joran tiba-tiba patah. Sebuah gerakan dari ikan mengakibatkan senar pancing ditarik secara manual. “Pak Udin membantu dengan menarik pakai tangan senarnya. Joran sudah patah. Di situ kami berpikir, yah ada dua kemungkinan, antara GT dan hiu,” tambah Joy.

Dari kedalaman beberapa meter, ikan tampak, angler pun yakin jika itu GT. “Enggak ada yang menyangka kami akan menaikkan ikan sebesar itu. Pak Udin memang sejak pagi membawa kami, memang ingin membawa kami ke spot GT itu agar merasakan sensasi tarikan GT,” Joy lagi.

Disarikan dari Wikipedia, ikan jenis GT dapat tumbuh dengan ukuran maksimum 1,7 meter (67 inci) dan berat 80 kg. Hidup di muara, teluk dangkal, dan laguna dengan karang muda hingga terumbu karang yang lebih dalam. Ikan ini tumbuh relatif cepat, mencapai kematangan seksual dengan panjang sekitar 60 cm pada usia 3 tahun. “Perkiraannya dengan ukuran 50 kg lebih itu, mungkin berusia 7-8 tahun,” imbuhnya. (lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan