Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sehari, Tarakan Dilanda 3 Musibah

izak-Indra Zakaria • Rabu, 30 September 2020 - 02:14 WIB
KORBAN JIWA: Jenazah korban musibah tanah longsor yang akan dikebumikan, (28/9).
KORBAN JIWA: Jenazah korban musibah tanah longsor yang akan dikebumikan, (28/9).

TARAKAN – Bumi Paguntaka (sebutan lain Kota Tarakan) berduka. Tiga musibah sekaligus melanda kota ini hanya dalam satu hari (28/9).  Musibah tersebut yaitu kebakaran, banjir, dan tanah longsor yang melanda beberapa titik. Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. 

Musibah tanah longsor terjadi menjelang dini hari, di saat warga tengah tertidur lelap. Di saat yang sama, hujan deras mengguyur Tarakan.  Wagimin (62) menjadi salah satu korban meninggal dunia. Longsoran tanah menjebol dinding kamar bagian depan rumahnya di RT 20 Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah. Kedua anaknya berhasil selamat. 

Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari hujan lebat mengguyur. Tanah yang berbukit diduga labil dan tidak bisa menahan beban kandungan materialnya memicu longsor. “Sehingga terjadi longsor dari gunung (bukit) turun dari atas dengan batu juga menghantam dinding kamar (milik Wagimin),” kata Yaudi, Ketua RT 20 Kelurahan Kampung Satu Skip saat disua kemarin.  

Almarhum Wagimin diceritakan Yaudi, suka tidur di lantai rumah. Saat longsor terjadi, anaknya tidur di atas ranjang kecil.  “Dua anaknya selamat. Korban tertindis, mungkin terbentur dengan bongkahan dinding atau mungkin lemari,” ujarnya. 

Kurang lebih sejam setelah longsor, warga tersadar dan segera melakukan pertolongan dan upaya evakuasi lainnya. Dengan peralatan seadanya, warga berhasil mengeluarkan jenazah Wagimin dari timbunan lumpur.  Daerah RT 20 disebut Yaudi sering terjadi musibah tanah longsor. Namun baru kali ada korban meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Tarakan menerima laporan kejadian tanah longsor pada pukul 02.00 Wita. Laporan awal, longsor terjadi di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat. Namun tim SAR kesulitan menuju lokasi sebab di Jalan Mulawarman debit air sangat tinggi hingga tidak bisa dilewati kendaraan. 

Beberapa menit kemudian, tim kembali mendapat laporan tanah longsor di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara.  “Sampai di sana, ada 3 rumah tertimbun longsor. Proses pencarian kami gunakan cangkul serta linggis. Karena timbunan tanah tidak terlalu tebal," ujar Kepala Kantor SAR Tarakan, Amiruddin. 

Longsor yang terjadi di Juata Permai menelan 4 korban jiwa. Tiga orang diantaranya adalah satu keluarga. Salah satu korban berjenis perempuan bernama Ana ditemukan tertimbun reruntuhan atap rumahnya. Sementara anak dan suaminya tertimbun oleh tanah. “Anak sama bapak ini posisinya berpelukan. Setelah itu baru kami bergerak ke Kelurahan Karang Anyar lalu ke Karang Harapan,” sebutnya.

Ia memastikan longsor yang terjadi di beberapa titik ini diakibatkan struktur tanah yang labil. “Saya imbau warga yang berdomisili didekat perbukitan mengantisipasi kejadian serupa dalam dua hari ke depan. Kalau bisa mengungsi ke tempat yang aman. Berdasarkan data dari BMKG yang kami dapat, ada 22 provinsi yang akan hujan. Termasuk Kaltara, khusus di Kota Tarakan,” ungkapnya.

Beberapa titik lainnya di Kota Tarakan yang mengalami longsor yakni Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 3 orang. Kemudian di Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah 1 orang meninggal dunia. 

Selain longsor, hujan lebat yang mengguyur kota ini juga mengakibatkan sebagian besar ruas jalan tergenang. Antara lain Jalan Jendral Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Mulawarman, serta Jalan Aki Balak.

Ada 42 Titik Longsor

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tarakan, Kajat Prasetyo mengungkapkan titik longsor yang terjadi di Kota Tarakan tersebar di 42 titik. 

Sementara jumlah korban meninggal dunia berdasarkan catatan Tim SAR gabungan sebanyak 11 orang. Adapun jumlah rumah warga yang rusak akibat bencana longsor ini belum didata. Secara pasti yang rusak ringan, sedang, maupun rusak berat.

“Yang jelas beberapa rumah memang rusak berat. Itu 42 titik atau rumah data sementara yang terdampak. Jadi kalau ada perubahan nanti kita beritahu. Karena kami tidak berikan data yang tidak valid. Kami berpedoman pada RT, Lurah, serta Camat,” kata Kajat Prasetyo.

Atas kejadian longsor ini, BPBD Kota Tarakan akan mengkaji sejumlah titik longsor bersama pihak Kelurahan dan Kecamatan. BPBD Tarakan akan mulai menyalurkan bantuan fisik hari ini (29/9). Mereka akan membuka jalan yang terisolir di Kelurahan Juata Permai.

“Dari koordinasi dengan Pemkot, mengusulkan untuk relokasi. Sehingga ke depannya tidak ada korban jiwa. Kita juga masih data. Sementara korban masih ditampung di tempat saudaranya,” imbuhnya.

BPBD sejatinya sudah memprediksi terjadinya cuaca buruk pada pekan lalu. Ia menyebut bencana longsor ini sebagai kejadian luar biasa. Sehingga perlu untuk melakukan evaluasi dan menangani dampaknya dengan serius.  “Walaupun durasinya pendek, itu menyebabkan tanah akan cepat labil,” sebutnya. 

Korban Terbanyak Sepanjang Rentetan Musibah Longsor

Wali Kota Tarakan Khairul menyampaikan duka cita mendalam atas musibah longsor yang menyebabkan 11 warga meninggal dunia. 

Wali Kota bercerita, musibah tanah longsor yang terjadi kemarin merupakan longsor yang paling banyak menelan korban jiwa. Dari rentetan bencana tanah longsor yang sebelumnya terjadi di Tarakan.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemkot Tarakan, kami berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini, yang memang serempak beberapa titik," ujarnya. 

"Dengan jumlah korban jiwa cukup banyak, saya kira ini adalah yang terbanyak dalam peristiwa longsor di Tarakan selama ini,” sambung Khairul usai meninjau kondisi salah satu rumah di RT 10 Kelurahan Kampung Satu Skip, yang penghuninya meninggal dunia. 

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan mengambil pelajaran dari musibah ini. Ia menilai, perlu penegasan terkait pembangunan pemukiman di kawasan perbukitan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. Sebab dinilai sangat rawan terdampak longsor. “Tentu ini menjadi evaluasi kita untuk pengawasan lebih ketat lagi,” lanjutnya. 

Khairul menjamin bantuan segera disalurkan untuk masyarakat yang terdampak. Selain itu, fasilitas publik yang rusak juga menjadi perhatiannya. Wali Kota juga akan segera berkoordonasi dengan BPBD dan instansi terkait lainnya, merespon bencana tanah longsor yang masih mengancam sejumlah masyarakat. (*/sas/mrs/mua/uno) 

Editor : izak-Indra Zakaria
#longsor