Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Baru Sebulan Beroperasi, Kapal Peri Harus Jalani Docking

izak-Indra Zakaria • 2020-10-02 12:15:15
HARUS DOCKING: Inilah kapal Peri KMP Manta II yang baru sebulan beroprasi, namun harus menjalani docking tahunan untuk berapa minggu kedepan./RIKO / RADAR TARAKAN
HARUS DOCKING: Inilah kapal Peri KMP Manta II yang baru sebulan beroprasi, namun harus menjalani docking tahunan untuk berapa minggu kedepan./RIKO / RADAR TARAKAN

TANA TIDUNG- Kapal Feri KMP Manta II untuk berapa minggu kedepan tidak dapat melayani masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT), dikarenakan kapal Feri KMP Manta II akan melakukan docking.

Selama bulan Oktober kapal Feri KMP Manta II hanya beroprasi selama sepuluh hari kedepan, selebihnya kapal Feri KMP Manta II akan melakukan docking atau menjalani perawatan rutin setiap tahunya.

Muhamad Taher Kepala Seksi Perhubungan Laut dan Sungai mengatakan, pengedokan adalah suatu proses memindahkan kapal dari air laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas pengedokan, untuk melakukan pengedokan kapal tersebut harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal. 

"Docking ini wajib dilakukan untuk semua kapal peri yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Peri di seluruh cabang di Indonesia. Docking dilakukan setahun sekali dengan waktu kurang lebih 30 hari," kata Muhamada Taher kepada Radar Tarakan, Kamis (1/10).

Dijelaskanya, PT ASDP Indonesia Peri telah  menentukan periode-periode pengedokan kapal perbaiakan kapal yang kesemuanya tergantung dari umur kapal, Ibarat mobil servis rutin untuk kapal servis bagian deck dan mesin hingga keseluruhan.

"Jadi nanti selesai dock kembali beroperasi di lintasan yang sudah ditetapkan. Mulai docking dari tanggal 10 Oktober sampai 31 Oktober, baru kapal Peri Kmp Manta II akan beroprasi kembali," jelasnya.

Menurutnya, dalam docking tersebut badan kapal, keadaan atau kebutuhan kapal akan diperiksa dan dibersihkan badan kapal dibawah garis air, memeriksa kerusakan-kerusakan dan mencat badan kapal dibawah garis air.

"Semua diperiksa mulai dari atas sampai bawah kapal akan mengalami perawatan, jika ada yang perlu dicat maka akan dilakukan. Ini bertujuan agar kapal selalu dalam keadan baik ketika beroprasi mengingat angkutan kapal sangat berharga jika terjadi kecelakaan akibat kapal kurang perawatan," ungkapnya.

Kusno (39) salah satu penumpang kapal peri KMP Manta II mengatakan, harus menunggu kurang lebih sebulan untuk bisa menikmati pelayanan kapal peri kembali. Pasalnya setelah 10 Oktober 2020 kapal peri sudah tidak beroprasi karena harus docking.

"Ini saya sempatkan pergi ke Tarakan karena masih bisa kembali ke KTT sebelum tanggal 10 Oktober, karena setelah itu kan kapal peri ini akan doc jadi masih ada kesempatanlah untuk menikmatinya," kata Kusno saat berada di kapal KMP Manta II yang hendak menuju kota Tarakan.

Menurutnya, seharusnya jika kapal peri docking minimal harus ada kapal cadangan atau kapal peri lain yang menggantikan kapal peri yang docking tersebut. Mengingat antusias warga dalam menggunakan jasa kapal peri sangat tinggi.

"Kalau bisa kapal peri ini ada dua,karena kalau yang satu doc minimal ada penggantinya. Jadi tidak kosong, kalau begini terpaksa kita harus menunggu kapal sampai selesai docking," pintanya.

Penumpang lainya, Novi (29) juga mengatakan hal yang sama,dirinya juga menyanyangkan jika kapal peri harus docking dimana jasa kapal peri sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kapal peri inikan baru sebulan lalu beroprasi, seharusnya jika harus docking minimal ada kapal lain yang bisa menggantikanya. Jadi tidak sempat menunggu dan tidak ada kekosongan," pungkasnya. (rko/)

 

Editor : izak-Indra Zakaria