TARAKAN - Hingga Senin (2/11) kemarin, dua pasien dinyatakan meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19. Diketahui, pasien 364 adalah yang terakhir meninggal dunia, memiliki penyakit bawaan berupa hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Kemarin (Minggu, Red) dia masuk RSUD dan sudah dilakukan pemeriksaan swab. Hasilnya positif. Tadi pagi (kemarin, Red). Pasien juga sudah dimakamkan sesuai protap Covid-19 di Kelurahan Juata Laut,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti.
Devi masih melakukan pelacakan pasca pasien 364 meninggal. Ia memastikan, pasien tersebut berasal dari kontak erat dengan pasien Covid-19 lainnya.
"Apakah sudah pernah melakukan perjalanan, masih kami tracing. Soalnya baru tadi kami terima laporannya. Jadi harus tracing dulu. Juga melihat apakah dia pelaku perjalanan,” tuturnya.
Jika nantinya keluarga pasien kontak erat, pihaknya akan melakukan uji swab.
“Yang jelas di pemakaman Covid-19 sudah ada 2 orang pasien yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal dunia. Sisanya hanya suspek atau hasil swab-nya negatif,” imbuhnya.
Devi menyebut, jumlah kasus positif meningkat di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat belum lama ini.
“Di sana sampai 43 orang yang positif. Tapi sudah banyak yang sembuh,” ungkapnya.
Sejauh ini di Tarakan sudah sebanyak 364 pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 307 pasien diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Masih ada 55 orang dirawat di dua rumah sakit di Tarakan.
“Kami ingatkan lagi pada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan jangan berkerumun. Kita lihat perkembangan kasus semakin meningkat. Jangan tidak dijalankan,” harapnya. (*/sas/mua)
Editor : uki-Berau Post