TARAKAN - Pembangunan penataan kawasan Pantai Amal tahap I telah selesai 80 persen. Destinasi wisata terbaik di Tarakan ini masih memerlukan beberapa tambahan fasilitas penunjang.
Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa sesuai jadwal, Juli 2021 pengembangan Pantai Amal tahap I telah diserahkan ke pemerintah. Sebab itu, selama dua bulan ke depan Khairul meminta kepada dinas terkait, PDAM, PLN, dan UMKM agar segera melakukan persiapan untuk mengisi kawasan ini.
“Kami ingin semuanya bersinergi untuk program pembangunan Pantai Amal ini. Jangan sampai ketika hendak digunakan, ternyata ketersediaan airnya nggak ada,” harapnya, Senin (19/4).
Pembangunan kawasan Pantai Amal tahap I ini dikatakan Khairul mencapai panjang 500 x 40 meter yang selesai pada Juli 2021. Sedang tahap II mencapai panjang 2 kilometer. Meski pembangunan Pantai Amal tahap I masih terbilang kurang, namun pengerjaan tahap II sedang dalam proses dan diharapkan dapat selesai pada Mei 2021 mendatang.
“Yang sudah selesai itu food court-nya, jalan masuk, air mancur sudah datang tinggal dipasang. Tapi karena ada pembatasan penerbangan, jadi teknisinya menunggu mungkin selesai Lebaran karena kalau datang takutnya enggak bisa pulang. Soalnya ada larangan mudik tanggal 6 sampai 17 itu. Musala juga hampir selesai,” jelasnya.
Jika tahap I selesai, maka pada September 2021 pihaknya akan melakukan soft launching dan 15 Desember 2021 yakni saat ulang tahun Tarakan dapat dilakukan grand opening. Namun pada Juni 2021 mendatang, Tarakan akan menjadi tuan rumah pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) putaran III se-regional Kalimantan. Sehingga pihaknya berharap agar kawasan Pantai Amal sudah dapat difungsikan sebagai lokasi welcome dinner.
Tahap I menelan anggaran Rp 60 miliar dengan sistem tahun jamak. Sedang pada tahap II akan menelan Rp 60 miliar dan sedang berjalan pembangunannya sampai saat ini.
“Jalan lingkungan itu masuk tahap II, karena nanti pagarnya ditutup. Karena untuk memberikan akses agar masyarakat punya akses masuk. Tidak bisa sembarangan masuk lagi dan ini sedang berjalan. Tahap III itu investor rencananya. Karena nanti ada kondotel, water boom. Yang keempat itu masjid terapung, tapi rencananya bantuan dari luar,” ujarnya.
Target pendapatan asli daerah (PAD) bergantung pada jumlah pengunjung di Pantai Amal. Namun, hal ini belum diberlakukan pada tahun ini dan rencananya baru akan diberlakukan pada 2022 mendatang sembari membuat peraturan daerah terkait penyewaan food court.
“Itu (PAD) belum masuk di target 2021. Tapi 2022 sudah bisa kami masukkan sebagai kontributor PAD kita dan bisa dihitung berapa. Kami mau bicarakan dulu sebelum difinalisasikan, karena dalam menyusun tarif itu harus disesuaikan antara keinginan membeli dan kemampuan membeli, ini harus digabungkan agar harganya wajar,” katanya. (shy/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan