TARAKAN - Semakin padatnya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan pelebaran jalan, membuat beberapa jalan di beberapa wilayah tertentu kerap dilanda kemacetan khususnya di pagi hari. Salah satunya, ialah di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Karang Anyar Tarakan Barat.
Saat dikonformasi, Ketua RT 15 Moch Azis mengungkapkan jika ia dan warganya sudah beberapa tahun mengusulkan dibukannya jalan dari Kampung Bugis ke Gunung Selatan sebagai upaya mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Slamet Riyadi setiap harinya. Selain jaraknya cukup dekat, menurutnya pembukaan jalan tersebut tidak akan merusak wilayah hutan lindung. Hal itu lantaran wilayah yang dimaksud masih berada di pemukiman masyarakat.
"sejak beberapa bulan lalu kami mengusulkan, agar RT 15 Kelurahan Karang Anyar dapat dibuatkan jalan tembus ke gunung Selatan. Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar toko SR dan Milo kalau pagi,"ujarnya, (24/10/2021).
"Selain itu jarak dari RT 15 Kampung Bugis (Karang Anyar) hanya 400 meter menuju Gunung Selatan yang langsung tembus keluar gudang di gunung Selatan itu,"sambungnya.
Ia menjelaskan, semakin hari volume kendaraanyang melintas di kawasan tersebut semakin padat. Hal itu tidak tetlepas dari banyaknya kendaraan yabg terparkir di pinggir jalan. Oleh sebab itu, menurutnya dengan dibukanya jalan Kampung Bugis-Gunung Selatan, dapat menjadi solusi kelancaran lalu lintas.
"Sekarang anak-anak masih PTM saja sudah macet kalau pagi, apalagi anak-anak sudah PTM. Itulah kami mengusulkan sejak beberapa tahun lalu kalau jalan dari Kampung Bugis ke Gunung Selatan dibuka untuk mengurai kemacetan,"terangnya.
Menurutnya, pembukaan jalan memang tidak membutuhkan biaya kecil. Namun hal itu dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu panjang.
"Ada warga saya seorang konsultan dia mengkalkulasi untuk membangun jalan diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 2,5 sampai 3 Miliar. Kemarin saat pilkada juga sebenarnya sudah kami usulkan kepada paslon yang menang, kebetulan kami mendukung paslon pemenang. Tapi sampai hari ini tidak ada kabarnya,"pungkasnya. (*/zac).