TARAKAN - Pro kontra penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite terus bergulir. Direncanakan, penghapusan tersebut terlaksana tahun 2022 mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara Fuel Pertamina Tarakan Azri Ramadan Tambunan mengatakan, untuk kebijakan itu akan menunggu regulasi resmi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. “Sampai saat ini Pertamina masih menunggu surat edaran terkait hal itu,” jelas Azri, Rabu (29/12).
Apabila sudah ada surat edaran resmi dari pemerintah, maka pihaknya pun akan siap mengikuti semua aturan tersebut. Saat ini sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk perubahan penggunaan BBM. Dari jenis Premium ke Pertalite dan Pertamax.
Bahkan untuk menarik daya beli masyarakat, pihaknya sudah pernah memberlakukan harga khusus untuk BBM jenis Pertalite dari harga normal. “Di lembaga penyalur kita di SPBU dan APMS, harga untuk Pertamax dan Pertalite itu sama,” tegasnya.
Ia mengakui saat ini sudah banyak masyarakat yang mengalihkan penggunaan BBM dari Premium ke Pertalite dan Pertamax. Khusus Pertamax, pihaknya mengakui adanya kenaikan permintaan dari SPBU dan APMS.
Makanya, ia menyimpulkan daya beli masyarakat terhadap BBM jenis Pertamax sudah ada kenaikan. “Jadi konsumsi di Tarakan sekitar 350 Kilo Liter (KL) per bulan untuk BBM jenis Pertamax,” ungkapnya.
Kenaikan konsumsi Pertamax terdata sejak Juli hingga Desember ini. Meskipun kenaikanya belum begitu signifikan. Sosialisasi pengalihan penggunaan BBM ke jenis Pertalite dan Pertamax, sudah dilakukan beberapa kali. Hal itu sudah dilakukan pihaknya, sebelum ada wacana pemerintah menghapuskan BBM jenis Premium.
“Kami sebenarnya hanya menyarankan penggunaan BBM yang lebih baik. Bahkan kami memberlakuan promo. Misalnya ada potongan Rp 300 per liter ketika pembelian Pertamax menggunakan aplikasi,” bebernya .
Selain memberlakukan promo, juga sosialisasikan terkait keunggulan BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Salah satu keunggulan BBM jenis Pertamax, akan lebih hemat daripada BBM jenis lainnya. Pembakarannya mendekati sempurna. Analoginya kalau BBM jenis Pertalite per satu liter bisa dijangkau dalam jarak 5 kilometer. Sementara Pertamax bisa mencapai 6 kilometer. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post