Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Meski Pandemi, Keinginan Warga Tarakan Memiliki Rumah Tak Surut

izak-Indra Zakaria • Kamis, 17 Februari 2022 - 11:28 WIB
MASIH CERAH: Pemandangan dari udara perumahan Pesona Juata Krikil, perumahan yang difasilitasi KPR dari BTN, Kamis (10/2). FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN
MASIH CERAH: Pemandangan dari udara perumahan Pesona Juata Krikil, perumahan yang difasilitasi KPR dari BTN, Kamis (10/2). FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

Meski pandemi Covid-19 membawa dampak pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), wilayah Kalimantan Utara (Kaltara)  masih memiliki potensi cerah dalam pengembangan KPR ke depannya.

 

BRANCH Manager BTN Kantor Cabang Tarakan, Harry Muliarwarman mengatakan, sejak hadir di Kota Tarakan pada tahun 29 Juli tahun 2019, BTN Kantor Cabang Tarakan yang memiliki wilayah kerja di seluruh Kaltara sudah melakukan penyaluran KPR, dimana setiap tahunnya terjadi peningkatan.

“Memang ketika awal pandemi Covid-19, penyaluran KPR di Kaltara sempat mengalami penurunan, namun tidak terlalu drastis, kita tetap optimis Kaltara memiliki potensi cerah dalam pengembangan KPR,” ucapnya, Selasa (15/2).

Rasa optimistis penyaluran KPR di Kaltara memiliki pontesi yang cukup cerah, tidak lepas dari kondisi saat ini, dimana pandemi Covid-19 memiliki dampak besar keinginan orang untuk memiliki rumah. Hal tersebut terlihat banyaknya jumlah permintaan akan unit rumah melalui KPR BTN Kantor Cabang Tarakan. Namun terbatasnya unit rumah yang dibangun oleh pengembang perumahan membuat tidak semuanya pemohon mendapatkan rumah yang diimpikan.

“Mengapa rumah selama pandemi ini sangat diinginkan orang, karena sudah masuk sebagai salah satu kebutuhan pokok, selain sandang dan pangan, adanya jargon stay at home juga ikut memengaruhi kebutuhan akan rumah selama pandemi,” ungkapnya.

Adanya keinginan memiliki aset juga ikut memengaruhi peningkatan keinginan orang untuk memiliki rumah melalui penyaluran KPR, dengan memiliki rumah ada aset yang bisa dimiliki dengan jangka waktu tertentu untuk pelunasannya.

“Sekarang mengontrak rumah ketika keluar rumah tersebut tidak menjadi aset karena milik orang lain. Berbeda bila mengambil rumah melalui KPR, meskipun hanya menyicil dengan jangka waktu tertentu, rumah tersebut nanti menjadi aset, sehingga orang lebih banyak memilih mengambil rumah melalui KPR dibandingkan mengongtrak rumah, karena nominalnya tidak berbeda jauh,” bebernya.

Adapun saat ini melalui penyaluran KPR subsidi dan KPR nonsubsidi BTN Kantor Cabang Tarakan, sudah ada 1.070 unit rumah yang dibangun di Kaltara, dengan rincian 389 unit di Tarakan, 619 unit di Bulungan dan 61 unit di Nunukan. “Mengapa wilayah Malinau dan Tana Tidung belum ada, karena di sana belum ada developer (pengembang) perumahan yang masuk karena mereka mungkin mempertimbangkan jumlah penduduk di sana. Belum sebanyak 3 daerah lain di Kaltara,” bebernya.

Namun potensi untuk pengembangan pembangunan perumahan untuk penyaluran KPR di Malinau dan Tana Tidung dinilai cukup terbuka. Ia mencontohkan Malinau yang akan ada pembangunan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk dan Sekolah Polisi Negara (SPN) akan meningkatkan kebutuhan akan perumahan di daerah tersebut. “Jadi kita melihat potensi ke depannya apa saja yang ada di daerah tersebut, yang jelas Kaltara saat ini masih memiliki potensi cerah dalam penyaluran KPR,” tuturnya.

Pihaknya terus berupaya untuk menumbuhkan mitra baru dalam pembangunan perumahan. Hal tersebut sebagai upaya agar tidak ada backlog untuk penyaluran unit rumah melalui KPR, adapun saat ini untuk jumlah developer perumahan yang bekerjasama dengan kita ada sekitar 25 orang.

“Terkait target penyaluran KPR di Kaltara, kita jelas memiliki target. Kita berusaha untuk menyerap pasar KPR yang ada sebanyak-banyaknya, mengingat potensi Kaltara masih besar,” ujarnya.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, peminat perumahan KPR di Tarakan dirinya nilai cukup banyak, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Cukup banyak, namun ketika mengikuti proses seleksi banyak yang tidak lolos karena tercatat di BI checking memiliki tunggakan dan pertimbangan lainnya,” tuturnya.

Dirinya berharap ada kemudahan dalam kepengurusan untuk mendapatkan penyaluran KPR, karena selama ini Bank sebagai penyalur KPR dibatasi aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kita harapkan ada kemudahan, seperti pelaku UMKM bisa mendapatkan penyaluran KPR juga, karena sistem yang saat ini digunakan masih berbasis gaji, sementara pelaku UMKM sendiri pengahasilannya harian, sehingga mereka selama ini terpaksa mengontrak, artinya lebih bagaimana memfasilitas masyarakat yang pendapatannya harian,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta penyaluran KPR BTN, Rokhayatun mengatakan, keiginan memiliki rumah sendiri mendorongnya untuk mengajukan KPR beberapa tahun lalu. “Pertimbangan mengapa mengambil KPR, karena jumlah pembayaran tiap bulan untuk mengontrak rumah dan membayar KPR kurang lebih saja nominalnya, kalau mengontrak tidak menjadi asset. Sementara untuk KPR ini bisa menjadi aset kita meskipun bayarnya saat ini menyicil,” bebernya.

Dirinya mengakui bahwa rumah saat ini menjadi kebutuhan bagi semua orang, sehingga ketika dirinya mengetahui dibukanya penyaluran KPR di Tarakan melalui BTN Kantor Cabang Tarakan, dirinya pun mendaftarkan diri. “Alhamdulillah lolos, dan saat ini sudah saya tempati bersama keluarga meskipun dicicil tiap bulan, setidaknya impian memiliki rumah sendiri sudah terwujud melalui penyaluran KPR yang dilakukan BTN,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Wahyu yang merupakan penerima manfaat dari penyaluran KPR BTN, dirinya yang selama ini mengontrak rumah selama 10 tahun akhir sudah memiliki rumah sendiri.

“Memang berbeda rasanya memiliki rumah sendiri dan mengontrak rumah, dulu kalau mengontrak rumah terpaksa pindah kesana kemari ketika harganya dinaikan pemilik rumah kontrakan, sekarang saya tidak perlu lagi merasakan hal tersebut karena sudah memiliki rumah sendiri meskipun dibayar secara angsuran setiap bulannya,” ucapnya.

Dirinya menilai kehadiran penyaluran KPR BTN di Kaltara khususnya di Tarakan, sangat membantu masyarakat yang selama ini belum mendapatkan rumah impiannya. “Meski saat ini dicicil setiap bulan, rumah ini nanti jadi aset kita untuk kedepannya, tentu hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, karena sudah memiliki rumah sendiri,” pungkasnya. (jnr/lim)

Editor : izak-Indra Zakaria