TARAKAN - Pembangunan hanggar pesawat di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra, membuat potensi pengembangan skuadron pesawat cukup terbuka. Terlebih Lanud Anang Busra sudah memenuhi persyaratan sebagai Lanud tipe B yang bisa ditempatkan skuadron pesawat.
Komandan Lanud Anang Busra, Kolonel pnb Toto Ginanto mengatakan, potensi pengembangan skuadron di Lanud Anang Busra dengan fasilitas yang dimiliki saat ini bisa dilakukan. Terlebih sudah ada pembangunan hanggar pesawat.
"Masih akan ada pengerjaan lebih lanjut. Karena belum selesai secara total, dukungan tambahan selain dari hangar itu sendiri. Mudahan, kalau dibangun satu kuadron lagi untuk memperkuat kekuatan kita menjaga perbatasan," jelasnya, Senin (28/2).
Ia menerangkan, selain memenuhi syarat untuk pengembangan skuadron, letak Lanud Anang Busra yang berada di perbatasan sama seperti Lanud Raden Sadjad yang ada di Natuna dan Lanud Leo Wattimena di Morotai yang sudah memiliki skuadron pesawat sebelumnya. "Kalau sudah ada hanggar, nanti pasti ada penempatan pesawat. Tapi, jenis apa nanti tergantung dari pusat," ujarnya.
Kehadiran skuadron pesawat di Lanud Anang Busra sangat strategis. Mengingat kaltara merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga memudahakan dalam hal pengawasan di daerah perbatasan. "Kami juga sudah kerjasama dengan pemerintah daerah, dalam rangka perluasan atau pengembangan wilayah yang digunakan untuk wilayah pertahanan," ungkapnya.
Lanud Anang Busra dengan Tipe B dipimpin Kolonel, memiliki tupoksi yang lebih luas. Sebagai pangkalan Aju, melaksanakan pembinaan kemampuan operasi dan menggelar operasi. Skuadron nanti kapasitasnya tergantung tipe pesawat. Namun pihaknya menunggu pencanangan dari pusat, terkait pesawat yang akan ditempatkan di Lanud Anang Busra.
"Kalau bicara wilayah pertahanan, ada berbagai aspek yang kita pertimbangkan secara strategis. Tidak hanya ancaman, tetapi juga wilayah perbatasan dan apakah nanti juga secara aspek internal kewilayahan," pungkasnya.(sas)
Editor : izak-Indra Zakaria