Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penerapan Jalan Satu Arah Depan Stadion Datu Adil, Tak Bisa Diputuskan Mendadak

izak-Indra Zakaria • Rabu, 6 April 2022 - 02:55 WIB
MASIH TAHAP UJI COBA: Jalan satu arah di depan Stadion Datu Adil masih dilakukan uji coba, Senin (4/4).
MASIH TAHAP UJI COBA: Jalan satu arah di depan Stadion Datu Adil masih dilakukan uji coba, Senin (4/4).

TARAKAN - Keputusan penerapan jalan satu arah di depan Stadion Datu Adil Tarakan ditargetkan bisa terealisasi tahun 2022 ini. Mesti sebelumnya, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Tarakan sudah melakukan simulasi jalan satu arah sejak tahun 2021 lalu. 

Kepala Dishub Tarakan Ahmady Burhan mengatakan, uji coba atau simulasi arus lalu lintas jalan tersebut masih dalam kajian. Menurutnya, penentuan arus jalan nantinya tidak boleh diputuskan secara mendadak. Mengingat hal ini merupakan kepentingan masyarakat dalam berkendara.

“Teman-teman sudah melakukan kajian dengan pejabat lama sebelum saya. Tekhnisnya nanti saya akan evaluasi lagi dengan teman-teman di kantor, terutama bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” jelasnya, Senin (4/4). 

Diketahui forum LLAJ melibatkan Satlantas Polres Tarakan dan lingkup Pemkot Tarakan dalam hal ini Sekretaris Kota (Sekkot). Disinggung terkait desakan jalan satu arah ini, pihaknya masih akan menganalisa selama uji coba. Sebab sudah melakukan perencanaan dan pengkajian penerapan jalur berkendara. “Yang jelas kita berharap dengan adanya pengaturan ini memudahkan masyarakat, mengurangi risiko kecelakaan. Kami tetap harus mempertimbangkan aspek teknis lainnya,” tuturnya. 

Jikapun ada perencanaan dan simulasi, artinya harus ada dikaji. Karena kebutuhan mendesak yang membuat dilakukan pembahasan. Pihaknya optimis arus lalu lintas di area depan Stadion Datu Adil akan dituntaskan tahun ini. 

Sementara itu, salah seorang pengendara Michella Anastasya (23) mengaku, sering melihat kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di depan Stadion Datu Adil. Terlebih pada malam hari yang minim penerangan jalan.

“Saya sering saja lihat orang hampir tabrakan juga kalau siang hari. Karena dari arah kota mau ke Kampung Enam, begitu juga yang dari arah Kampung Enam mau ke arah Kodim, tidak sejalan. Karena tak ada rambu-rambu,” keluhnya.

Menurutnya, hal yang paling efektif untuk ditetapkan ialah arus bundaran. Bundaran jalan dianggap efektif karena pengendara tidak harus berputar lebih jauh. “Intinya harus cepat diselesaikan. Ya kalau saya sih saran saja ya bundaran. Seperti di depan Gitajalatama dan depan Keramat, itu lebih bagus. Apalagi kalau bundarannya ada hiasannya jadi lebih hidup jalannya,” harapnya. (sas/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara