Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Koops Pinang Sirih di Puncak Jaya, Papua oleh Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 613/Raja Alam (RJA) telah selesai. Operasi yang dimulai April 2021 dan berakhir April 2022 itu meninggalkan banyak cerita.
YEDIDAH PAKONDO
DARI 450 prajurit Yonif Raider 613/RJA, dua di antaranya diusulkan ke Mabes TNI AD menerima penghargaan. Keduanya adalah Praka Maigolan dan Serda Darius, dianggap berjasa dalam operasi karena menemukan senjata milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam operasi di Papua. Maigolan membagikan ceritanya melalui Radar Tarakan, sesaat tiba di Tarakan, Rabu (23/4).
“Kalau saya dapatnya senjata Mauser, kalau Serda Darius yang di Kompi B Yonif 613 Bulungan, dapatnya M-16,” ungkap Maigolan kepada Radar Tarakan.
Pria asal Desa Long Peso ini mengatakan penugasan itu dimulai pada Mei 2021. Saat itu, yang ada di dalam benak Maigolan ialah harus berhati-hati lantaran Papua dikenal sebagai wilayah konflik yang rawan. KKB merupakan organisasi yang kejam. “Papua itu daerah perdana yang saya injak untuk melakukan pengabdian. Jadi harus selalu siaga satu dalam kondisi apa pun. Tidak mengenal lelah hingga larut malam,” ujar pria lulusan SMAN 13 Samarinda ini.
Saat itu, dikisahkan Maigolan terdapat dua anggota KKB yang berhasil dilumpuhkan. Dalam mengemban tugas, Maigolan menyadari akan perbedaan kehidupan di Papua dengan Kalimantan.
Maigolan juga menceritakan aktivitas yang ia lalui ketika berada dalam tugas operasi, yakni tetap diberi makan tiga kali sehari. Namun bedanya, ia dan pasukan TNI lainnya harus selalu siap, lantaran adanya bahaya yang mengintai. “Jadi di sana itu kita selalu siaga 1 tidak ada tidak siap harus selalu siap,” kata Maigolan.
Untuk diketahui, Maigolan merupakan alumni dari SDN 1 Long Peso, SMPN 1 Long Peso dan SMAN 13 Samarinda. Saat ini Maigolan masih bertugas di wilayah barat mes Yonif Raider 613/RJA. (***/lim)