Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tebar 5.000 Benih Ikan

uki-Berau Post • 2022-07-07 21:06:51
SEKTOR PERIKANAN: Sebanyak 5.000 benih ikan Nila ditebar di Embung Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor, Rabu (6/7).
SEKTOR PERIKANAN: Sebanyak 5.000 benih ikan Nila ditebar di Embung Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor, Rabu (6/7).

TANJUNG SELOR – Konsep pengerjaan Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor menjadi Kebun Raya. Pengembangan tersebut saat ini masih tahap pengerjaan, termasuk mengoptimalkan yang jadi kebutuhan. 

Bahkan, di Hutan Kota sudah dibangun embung dan dipersiapkan benih ikan. Kemarin (6/7), Bupati Bulungan Syarwani telah menebar 5.000 benih ikan Nila di embung tersebut. Syarwani meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bisa memanfaatkan  secara optimal pengembangan ikan itu. 

“Kita menyediakan wadah di area Hutan Kota. Silakan berkontribusi melalui perannya masing-masing. Termasuk desain mengembangkan potensi yang ada di Hutan Kota. Dengan tidak mengurangi desain dan konsep pembangunan yang telah dibuat,” jelas Syarwani. 

Syarwani mengimbau, masyarakat untuk tidak memancing di embung, meskipun merupakan kawasan terbuka. Untuk kegiatan lain, seperti olahraga atau bersepeda diperbolehkan. 

“Hutan Kota terbuka untuk umum, tapi jangan mengganggu ekosistem yang ada di dalamnya. Termasuk menjaga bibit kayu yang baru ditanam,” pesannya. 

Dengan mengambil konsep Kebun Raya, sehingga bisa banyak yang terintegrasi. Seperti dari Dinas Pariwisata, kegiatan olahraga, rekreasi serta konsep ekologi yang dipastikan tetap eksis. “Pemerintah mendorong beberapa komunitas di Bulungan, salah satunya nanti pada saat pagelaran Musik Alam. Yang akan menggunakan kawasan Hutan Kota sebagai venue,” ungkapnya. 

Menurut Syarwani, dari pagelaran itu bisa dijadikan promosi keberadaan Hutan Kota di Kaltara. Dalam pengembangan kawasan Hutan Kota, pemkab telah menjalin kerja sama Balai Riset Inovasi Nasional (BRIN). “Jika tidak ada desain, kegiatan malah jadi asal-asalan. Jangan sampai, saat telah dibangun tapi sulit ditata ulang. Adanya masterplan pun menjadi pedoman dalam hal pembangunan,” tuturnya. (*/mts/uno) 

Editor : uki-Berau Post
#ragam