Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bos Narkoba Mau Dipindah, Penghuni Lapas Tarakan Bikin Kericuhan

izak-Indra Zakaria • Minggu, 11 September 2022 - 04:41 WIB
RICUH: Situasi di Blok Delta Lapas Tarakan yang sempat ricuh setelah ratusan warga binaan tidak terima Hendra dipindahkan. FOTO: ISTIMEWA
RICUH: Situasi di Blok Delta Lapas Tarakan yang sempat ricuh setelah ratusan warga binaan tidak terima Hendra dipindahkan. FOTO: ISTIMEWA

Kondusifitas Lapas Kelas II-A Tarakan sempat mencekam setelah ratusan warga binaan membuat kericuhan pada Jumat (9/9) dini hari. Kericuhan tersebut terjadi lantaran warga binaan tidak terima dengan pemindahan warga binaan yang bernama Andi bin Arif alias Hendra ke Lapas Nusa Kambangan.

Para warga binaan pun sempat merusak fasilitas lapas. 

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum-HAM Kaltim, Sofyan mengungkapkan, proses pemindahan terhadap Hendra ternyata informasinya sudah bocor ke warga binaan lainnya.

Sehingga membuat warga binaan yang tidak ingin Hendra dipindahkan, kemudian bereaksi.

“Informasinya sudah bocor dan akhirnya ribut semua. Daripada lapas kami dibakar. Semua warga binaan teriak-teriak enggak jelas,” bebernya, Jumat (9/9).

Meski terjadi kegaduhan di dalam lapas, namun pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa.

Sofyan mengakui, pemindahan warga binaan sebenarnya bersifat rahasia. Pihaknya pun bahkan melibatkan pihak TNI-Polri.

Namun informasi pemindahan Hendra telah diketahui duluan oleh warga binaan.

“Sementara kita tunggu situasi kondusif dulu. Saat ini kami mengalah dulu sementara,” bebernya.

Ia memastikan akan mendalami penyebab keributan tersebut dan penyebab bocornya informasi terkait Hendra akan dipindahkan.

Mesti sudah kondusif sekitar pukul 05.00 WITA, aktivitas memasak makanan untuk warga binaan tidak ada yang ingin melakukannya.

Sehingga pihaknya menyiapkan 1.600 nasi bungkus.

Sementara terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim khusus dari Kemenkum-HAM dan Kanwil Kemenkum-HAM Kaltim, Sofyan memastikan masih tetap berlangsung.

Saat ini kepala Lapas Tarakan dan Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Tarakan pun sudah ditarik ke Kanwil Kemenkum-HAM Kaltim untuk dilakukan pemeriksaan.

Terhadap Hendra sudah diberikan sanksi berupa pemindahan di ruang isolasi.

Selain itu hak-hak sebagai warga binaan dihapus.

Salah satunya tidak bisa dijenguk oleh keluarganya selama 1 tahun dan pemindahan ke Lapas Nusa Kambangan.

“Keputusan semua di pusat (Kemenkum-HAM RI). Untuk pemindahan kami tunda dulu sampai kondisi aman,” tegasnya.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia mengatakan, penolakan Hendra untuk dipindahkan terjadi di Blok Delta.

Bahkan Hendra yang sempat ditempatkan di sel isolasi, diminta oleh warga binaan lainnya untuk dibawa kembali ke dalam.

“Jadi, mereka ambil A dan bawa kembali ke sel di Blok Delta,” ujarnya, kemarin.

Untuk melakukan pengamanan di Lapas Tarakan, pihaknya menerjunkan seluruh personel Polres Tarakan dibantu aparat dari TNI.

Tidak ada instruksi khusus, mengingat kondisi sudah harus diamankan dan mendadak, sehingga semua personel dikerahkan dengan status panggilan luar biasa (PLB).

“Dari Brimob stand by di Mako Brimob untuk sementara. Tidak ke Lapas dan menunggu informasi dari Polres, kalau memang dibutuhkan, baru merapat,” imbuhnya.

Sama halnya dengan aparat bantuan kendali operasi (BKO) dari TNI juga disiagakan, namun Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Reza Fajar Lesmana turut hadir memantau situasi dengan menerjunkan personelnya.

Instruksi dari Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya memberikan pengamanan untuk keamanan warga di sekitar Lapas dan memberikan imbauan kepada narapidana lain.

Jika memang harus dipindahkan, diberikan masukan agar menerima.

“Napi belum dipindahkan. Melihat situasi tersebut, dari pihak Kemenkum-HAM di Balikpapan untuk belum jadi memindahkan,” jelasnya. (zar/lim)

 

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria