Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Butuh 2 Bulan Bangun Trase Jalan Baru

uki-Berau Post • 2022-10-15 12:19:23
KONDISI JALAN PARAH: Proses pengerjaan jalan di Krayan yang sempat longsor beberapa waktu lalu diupayakan DPUPR Perkim Kaltara bisa dilaksanakan.
KONDISI JALAN PARAH: Proses pengerjaan jalan di Krayan yang sempat longsor beberapa waktu lalu diupayakan DPUPR Perkim Kaltara bisa dilaksanakan.

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di Krayan, Kabupaten Nunukan yang sempat longsor, telah tahap pengerjaan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kaltara.

Bahkan selama sepekan, DPUPR Perkim Kaltara telah memantau kondisi jalan dan progress pembangunan trase jalan baru. Pembangunan trase jalan baru, diperkirakan memakan waktu dua bulan. Pasalnya, adanya kendala dalam pembangunan jalan trase baru tersebut.

Diantaranya, banyaknya bebatuan yang harus diantisipasi dalam pembangunan trase jalan baru. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan trase jalan baru cukup sulit.

“Kendala selain banyak bebatuan, ada juga gunung yang perlu kiranya dipangkas. Karena itu tanjakan, paling tidak sampai 10 meter dipangkas,” terang Kepala DPUPR Perkim Kaltara Datu Iman Suramenggala, Jumat (14/10).

Menurut Datu, banyak bebatuan di titik yang akan dibuatkan trase jalan baru harus disingkirkan. Secara keseluruhan, pembangunan jalan baru membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 5,4 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Dana Tidak Terduga (DTT).

“DTT itu setelah dilakukan pengerjaan dan diaudit. Jadi utang dulu kita dengan pihak yang mengerjakan jalannya,” imbuh Datu.

Pengerjaan jalan baru sudah dilakukan sejak 4 Oktober lalu. Di mana lebar jalan kurang lebih 5 meter. Jalan itu dibantu hingga fungsional. Selain itu, masyarakat saat ini menggunakan jalan sementara selebar 3 meter. Jalan tersebut, tidak bisa digunakan dengan bebas oleh masyarakat karena masih berbahaya.

“Saya ke Krayan untuk memantau dan kita putuskan di bekas longsoran  dibuat jalan sementara,” tuturnya.

Jalan sementara yang dibuat, harus dijaga. Karena masih rawan dan berbahaya. Longsoran kemungkinan masih akan terjadi. Mengingat, curah hujan di Krayan cukup tinggi. Pengguna jalan yang melintasi dilakukan pembatasan. Hanya di hari-hari tertentu pengguna jalan bisa melewati jalan sementara.

Bahkan jika melihat kondisi yang ada, jalan itu seharusnya khusus untuk mobilisasi bahan pokok kebutuhan masyarakat. (fai/uno)

Editor : uki-Berau Post
#anggaran #pembangunan #jalan