Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bangun KTT Butuh Kolaborasi Semua Pihak

uki-Berau Post • 2022-10-28 03:33:46
KEAGAMAAN: Bupati KTT Ibrahim Ali berbincang dengan Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Ola MSF di acara penutupan tahun solidaritas misi umat Katolik, Santo Paulus Tideng.
KEAGAMAAN: Bupati KTT Ibrahim Ali berbincang dengan Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Ola MSF di acara penutupan tahun solidaritas misi umat Katolik, Santo Paulus Tideng.

TIDENG PALE – Penutupan tahun solidaritas misi umat Katolik, Santo Paulus Tideng, dihadiri Bupati KTT Ibrahim Ali bersama istri Vamelia Ibrahim, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut juga dibarengi bakti sosial pengobatan gratis bagi warga setempat. Bupati mengharapkan pengobatan gratis yang diberikan bagi masyarakat dapat bermanfaat. Menanggapi adanya tahun solidaritas misi umat Katolik, kata Bupati, pemda sangat mendukung. Karena bagaimanapun dalam pembangunan KTT perlu kolaborasi semua pihak, termasuk tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

“Bersama dalam keragaman, kita bahu-membahu membangun KTT yang lebih baik, membawa kesejahteraan untuk masyarakat,” pesan Ibrahim.

Di lain pihak, Uskup Keuskupan Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Ola MSF mengatakan penutupan tahun solidaritas misi di Paroki Santo Paulus Tidang Pale, sekaligus penerimaan salib ke Paroki Santo Petrus Mara Satu Sungai Kayan, Bulungan. Untuk perayaan tahun solidaritas misi tahun 2022-2023.

Uskup melanjutkan, pada hakikatnya gereja merupakan misi. Maka meskipun tahun misi luar biasa telah ditutup, misi tidak pernah ditutup. “Kita akan terus mengobarkan api semangat misi, dengan membuat tradisi menghormati salib misi melalui gerakan yang kita namakan tahun solidaritas misi,” tuturnya.

Setiap tahun, lanjut Uskup, satu Paroki akan ditunjuk atau atas permintaannya sendiri menerima salib solidaritas misi. Hal itu dilakukan pada setiap hari Minggu misi sedunia. Pencanangan tahun solidaritas misi maksudnya animasi misi, agar umat di Paroki yang menerima salib misi bergerak terlibat dalam kehidupan Paroki dan stasi-stasinya.

Keuskupan tidak mengambil alih tugas Paroki. Tetapi mengajak paroki-paroki di seluruh Keuskupan untuk mengadakan aksi doa dan solidaritas. Baik finansial maupun solidaritas pastoral bersama umat yang menerima salib misi. “Umat di Stasi Santo Petrus Mara Satu bertumbuh dalam tanggung jawabnya. Dengan dibantu oleh Paroki-paruki di seluruh Keuskupan, untuk mengkoordinir dan mengisi tahun solidaritas misi,” harapnya. (*/mts/uno)

Editor : uki-Berau Post
#ragam