Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

KIHI Dibangun, 80 Orang di Kaltara Diajarkan Bahasa Mandarin

izak-Indra Zakaria • 2022-11-15 11:03:24
Proyek KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi.
Proyek KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi.

 Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan oleh Pemkab Bulungan dan pengelola Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Salah satunya, dengan membuka program pendidikan setara D1 Bahasa Mandarin.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, untuk proses pendaftaran dimulai pada Desember. Dalam prosesnya, akan ada seleksi kesungguhan bagi peserta yang mengikuti program setara D1 Bahasa Mandarin. “Jadi, dalam proses pendaftaran itu ada semacam seleksi kesungguhan peserta,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (14/11).

Meskipun hanya satu tahun, jangan sampai ada peserta yang mengundurkan diri. “Kalau sampai ada peserta yang mengundurkan diri kan sayang kuotanya yang sudah disiapkan pemerintah kosong,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, Pemkab Bulungan menyiapkan kuota sebanyak 80 orang. Dalam pelaksanaannya, dipastikan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Skema pembiayaan sepenuhnya dianggarkan oleh pengelola kawasan. Non-APBD,” bebernya.

Menurutnya, hal ini sangat bagus, karena meringankan beban APBD. Menyoal apakah saat ini sudah ada persetujuan dari investor untuk pembiayaan tersebut. Syarwani memastikan bahwa hal itu telah disetujui. “Sudah, nilainya kurang lebih Rp 4 miliar lebih,” ujarnya.

Nantinya, anggaran itu akan diperuntukan untuk biaya peserta selama mengikuti proses pendidikan selama satu tahun. “Secara bertahap kita akan coba membuka pendidikan setara D2. Tetapi, untuk tahap awal ini kita fokus untuk pendidikan setara D1 dulu,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Pemkab Bulungan mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan. Ke depan, bukan hanya program setara D1 Bahasa Mandarin saja yang akan dibuka. Karena ada juga program program setara D1 Bahasa Inggris. “Ke depan, kita berharap ada juga BLK (balai latihan kerja),” harapnya.

Sehingga, kapasitas dan kompetensi SDM lokal bisa ditingkatkan. Jikapun belum ada BLK, menurutnya pemerintah dapat melakukan kerja sama dengan BLK yang ada di luar daerah. “Skema pembiayaannya bisa saja diakomodasi oleh pengelola kawasan,” ujarnya.

Dengan adanya upaya peningkatan kapasitas SDM ini diharapkan putra dN putri daerah bisa terserap di kawasan industri. “Iya, harapan kita seperti itu. Putra dan putri daerah bisa terserap,” harapnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Jamal mengatakan bahwa pembukaan program pendidikan setara D1 Bahasa Mandarin ini merupakan komitmen pengelola kawasan dalam meningkatkan kualitas SDM. “Kita terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM,” singkatnya. (jai/eza)

Editor : izak-Indra Zakaria