Pengembangan Bandar Udara (Bandara) S Tipa Padan di Binuang, Krayan Tengah, Nunukan sudah selesai. Runway yang sebelumnya hanya tanah berumpur, saat ini sudah diaspal.
Namun demikian, tetap masih ada yang kurang dari bandara tersebut, salah satunya fasilitas seperti terminal. Hal ini tentu harus menjadi atensi dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk dapat disikapi segera pembangunannya.
Kepala Desa (Kades) Binuang, Kalvin mengatakan, beberapa hari lalu dari Direktorat Bandar Udara telah datang meninjau Bandara S Tipa Padan yang ada di desa yang dipimpinnya itu. “Atas nama masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah. Selanjutnya masyarakat bermohon untuk di bangunan terminal dan fasilitas pendukung lainnya di bandara ini,” ujar Kalvin kepada Radar Kaltara melalui sambungan seluler, Kamis (15/12).
Untuk fasilitas lain yang juga dibutuhkan di bandara itu, selain terminal kedatangan dan keberangkatan, Kalvin juga menyebutkan beberapa fasilitas lain seperti penerangan bandara, mobil pemadam serta sirine. “Kalau untuk pengembangan bandaranya itu sudah klir 100 persen. Tapi masih ada perbaikan sedikit di lapangan,” katanya.
Saat ini, lanjut Kalvin, pesawat terbesar yang bisa mendarat di Bandara Binuang ini adalah jenis Karavan bermuatan 11 penumpang. Terakhir itu, pesawat Smart juga melakukan pendaratan pertama di Bandara S Tipa Padan, Binuang.
Selain itu, Kalvin juga menyebutkan soal pembangunan jalan di sekeliling bandara. Saat ini sudah direncanakan oleh pemerintah untuk dibangun. Pihaknya berharap tahun 2023 ini dapat segera disikapi atau dibangun. Kebutuhan jalan yang panjangnya diperkirakan sekitar 3 kilometer ini lantaran akses yang digunakan masyarakat selama ini sudah tertutup karena pemagaran Bandara Binuang sebagai bentuk pengamanan dari pihak bandara.
Harapannya, akses jalan lingkungan di sekitar bandara itu dapat dibangun hingga konstruksi agregat. Bahkan jika dapat ditingkatkan sampai aspal tentu akan lebih baik. “Jadi masih ada PR lagi yang harus ditindaklanjuti di perbatasan ini, khususnya di Binuang,” tuturnya.
Untuk diketahui, panjang runway dari Bandara Binuang saat ini sudah 600 meter dan lebar 19 meter dengan kondisi sudah beraspal. Sebelumnya, panjang runway bandara itu hanya 500 meter dan lebar landasan yang bisa dipakai sekitar 10 meter.
“Terima kasih atas apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk Desa Binuang ini. Tapi kami tetap berharap tidak sampai di sini saja, melainkan ke depan harus ada tindak lanjut secara berkelanjutan,” harapnya. (iwk/eza)
Editor : izak-Indra Zakaria