Setelah pemerintah juga melarang masuknya lagi pakaian bekas, tidak sedikit pedagang rombengan mengaku saat ini sudah hanya fokus berjualan, menghabiskan stok yang ada saja.
Seperti yang dikatakan Iwan, salah satu penjual rombengan di Jalan Pasar Baru, Nunukan Utara. Dia mengaku sekarang hanya tinggal menghabiskan stok saja, meskipun dirinya sendiri sendiri tidak tau, kapan stok jualannya bisa habis. “Ya kita disuruh habiskan stok, cuman tidak dibatasi sampai kapan, kalau stok tidak tidak habis-habis meski sudah lewat 5 tahun misalnya, ya tidak apa-apa,” kata Iwan ketika diwawancarai, Rabu (12/4).
Dirinya juga mengaku saat ini sudah tidak memasukan stok barang lagi, dirinya sendiri mengaku sudah susah barang rombengan masuk.
Padahal dirinya sudah berjualan selama puluhan tahun. Setelah jualannya habis, dia belum tau akan usaha apalagi. “Kita ini sudah jualan 30 tahun lebih, kalau ditanya setelah ini mau berdagang apalagi, kita belum tau lagi mendatang bagaimana,” kata Iwan.
Sekarang penghasilan Iwan sudah tidak menentu. Apalagi sekarang yang membeli, mayoritas untuk dijual kembali. Saat ini pendapatan terbesar dalam sebulannya, hanya sampai Rp 5 juta.
Di tempat yang sama, Dewi pedagang rombengan juga mengaku tinggal menjual barang yang ada. Padahal dia masih punya sekian ball karung pakaian bekas yang belum dijual. “Ini katanya uau ditutup, tapi tidak ada solusi yang ditawarkan juga, sekarang yang sudah terlanjur ada saja dijual lah,” kata Dewi. (*)