Aksi perjudian yang di Kota Tarakan masih akan menjadi prioritas Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar untuk diberantas. Diantaranya yaitu judi togel dan sabung ayam. Aksi perjudian di Kota Tarakan pun sempat disoroti oleh tokoh lintas agama yang ada di Kota Tarakan. Keresahan tersebut sudah disampaikan ke Kapolres Tarakan saat menyambangi Polres Tarakan pada Sabtu (1/5) lalu.
Saat dikonfirmasi Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengungkapkan, dalam pemberantasan judi yang di Kota Tarakan yang pasti penegakan hukum harus dilakukan. Selain penegakan hukum yang dilakukan oleh pihaknya, menurut Kapolres semua pihak harus terlibat dalam pemberantasan.
“Saya tidak akan pandang bulu untuk melakukan penindakan. Saat ini togel sudah berhasil kita hentikan. Kalau mau masuk ke kegiatan lain, kita memerlukan dukungan publik yang paling penting,” ungkapnya.
Terkait aksi sabung ayam yang masih marak, Ronaldo menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap hal tersebut. Saat ini pihaknya masih menyusun strategi terhadap penegakan hukum di perjudian.
Kapolres mencontohkan, terkait aksi balap lari yang sempat marak. Dari aksi balap lari itu, lebih kuatir terhadap adanya dugaan judi.
“Saat kita melakukan penindakan, beberapa pihak memelintir kenapa larinya dilarang padahal menganggu juga ketertiban umum yang lain. Jadi harapan saya, kita semua bisa melihat permasalahan di Kota Tarakan dengan jernih,” beber pria yang berpangkat melati dua itu
Ia menilai bahwa penegakan hukum khususnya perjudian tidak hanya dilakukan satu sisi saja. Sebab, pasti akan berimbas juga ke permasalahan yang lain. Maka dari itu, ia berkomitmen agar strategi penanganan judi nantinya akan melibatkan masyarakat.
“Kalau perjudian sudah ada 6 perkara kita tangani. Kalau sekarang kita lihat, togel sudah tidak berani buka lagi,” tegasnya.
Dengan sudah tidak adanya aksi perjudian togel, ia berharap hal tersebut akan terus menerus dipantau oleh masyarakat. Sebab, apabila tidak diperhatikan maka secara perlahan aksi togel akan kembali muncul lagi.
“Kemarin dari hasil Jumat Curhat di Selumit, RT menyampaikan kepada kami kalau perkembangannya bergeser ke rumah masing-masing. Kejahatan akan terus mencari ruang tapi disisi lain kita yang mau berbuat kebaikan harus mencari jalan untuk memberantasnya. Maka dari itu kami dari Polres Tarakan lakukan sendiri dan harus bersama-sama seluruh elemen di masyarakat ini,” pungkasnya. (zar/har)