Kabar bahagia kembali diterima petani rumput paut. Bagaimana tidak harga rumput laut yang merupakan komoditi unggulan Nunukan kembali menunjukkan perubahan. Dua pekan terakhir harga rumput laut di tingkat petani kini naik mencapai Rp 16.500 per kilogram.
Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sektor Kelautan dan Perikanan, Kamaruddin menyampaikan terjadi perubahan harga untuk rumput laut. Dimana sebelumnya harga anjlok mencapai Rp 10 ribu perkilogram. Kini kenaikan harga mencapai Rp 5 ribu hingga Rp 6.500 per kilogram.
“Alhamdulillah, dua Minggu terakhir harga kembali naik. Jika sebelumnya Rp 10 ribu kini naik Rp 15 ribu hingga Rp 16.500 perkilogram di tingkat petani,” ucap Kamaruddin kepada Radar Tarakan, Rabu (5/7).
Dijelaskan, dengan perubahan harga para petani dapat memperhatikan kualitas rumput laut sebelum dijual. Sebab, cara mempertahankan harga agar tidak anjlok lagi seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir dengan cara memperbaiki kualitas.
“Yang penting saat ini bagaimana kita menjaga agar harga tetap stabil. Caranya, kualitas yang diperbaiki. Dengan begitu para pengusaha akan melirik rumput laut yang ada di Nunukan. Karena naik turunnya harga tidak dapat diprediksi,” jelasnya.
Menurutnya, jika kualitas rumput laut baik dapat berimbas pada pendapatan petani. Bahkan, rumput laut dapat langsung diekspor keluar negeri dari Nunukan. Sehingga, produksi rumput laut asal Nunukan tidak harus di kirim lagi ke daerah Makassar atau Surabaya sebelum diekspor.
“Jika kualitas baik maka bisa saling menguntungkan. Kadar rumput laut dengan kadar air 35 hingga 37. Sementara, selama ini banyak yang dikirim di atas 40 kadar air,” tambahnya.
Pihaknya juga berharap peran aktif dari semua pihak untuk menjaga harga rumput laut. Baik dari petani hingga pemerintah. Misalnya, Dinas Kelautan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan dan lainnya.
“Jadi diperlukan sosialisasi kepada petani untuk kadar kualitas yang baik seperti apa. Dengan begitu, dapat menjaga harga agar tidak anjlok. Karena jika kenaikan harga dikatakan karena permintaan, selama harga turun pengiriman rumput laut jalan seperti biasa,” pungkasnya. (akz/lim)