Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mayoritas Anggotanya Perempuan dan Pelajar

uki-Berau Post • 2023-10-13 15:33:33
KREATIF: Anggota Core berfoto bersama beberapa waktu lalu. Core dibentuk setahun lalu. Total anggotanya mencapai 70 orang.
KREATIF: Anggota Core berfoto bersama beberapa waktu lalu. Core dibentuk setahun lalu. Total anggotanya mencapai 70 orang.

Lakon kostum atau cosplay menjadi seni yang tidak lekang oleh zaman. Sejalan dengan perkembangan film science fiction dan anime yang menginspirasi para penikmatnya. Di Kota Pudak, komunitas itu berkembang pesat.

 

LUDRY PRAYOGA, Surabaya

 

CORE atau Cosplay Gresik bukan semata komunitas yang menggemari lakon kostum. Para anggotanya juga memiliki misi sosial serta sebagai wadah pengembangan kreativitas.

Setahun lalu, tepatnya 26 September 2022, Core didirikan. Awalnya, anak-anak muda pencinta cosplay itu kerap saling sapa lewat media sosial (medsos). Karena anggotanya semakin banyak, mereka akhirnya berkumpul dan mendirikan Core. “Ini wujud ekspresi kami,” ucap Helmi Reka, ketua Core.

Semula tujuannya cukup sederhana, yakni menampung minat para pemuda dalam dunia lakon kostum. Sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat tentang eksistensi cosplayer di Gresik.

“Dengan berbagai aliran karakter, mulai dari anime, manga, manwa, game, hingga film box office,” jelas Reka.

Pria 30 tahun itu mengatakan, ada beberapa karakter cosplay yang digemari saat ini. Dari dunia game misalnya, yaitu Honkai: Star Rail dan Genshin Impact. Dari aliran anime, yaitu Gojo Satoru. Gojo Satoru adalah karakter manga Jujutsu Kaisen.

“Bagi cosplayer lainnya, tentu ada kegemaran tersendiri terhadap karakter yang ingin ditampilkan. Komunitas kami tidak membatasi hal tersebut,” terangnya.

Terhitung sejak setahun berdiri, anggota Core mencapai 70 orang. Menurut Reka, mayoritas anggotanya didominasi perempuan dan pelajar.

“Karena karakter anime perempuan yang ikonik juga banyak. Bahkan terbilang lebih ekspresif,” jelas pria asal Kecamatan Kebomas itu.

Para anggota Core kerap unjuk gigi dalam berbagai festival di daerah. Tidak jarang pula, mereka berkolaborasi dengan berbagai komunitas lain yang memiliki keterkaitan.

Mulai kolektor action figure, komunitas film, hingga content creator. “Tentunya untuk meningkatkan solidaritas dan bertukar informasi,” ujar Reka.

Meski terbilang eksklusif, Core memiliki misi sosial. Khususnya dalam meningkatkan ekonomi bagi desainer lokal. Seluruh aksesori yang dikenakan cosplayer Core banyak didapat dari UMKM.

“Sehingga bisa memberikan ruang untuk desainer lokal dalam berkreasi dan menciptakan desain pakaian yang baru,” terang Reka.

Tak hanya meningkatkan ekonomi. Core juga memiliki misi dalam dunia pendidikan. Khususnya mengajak para pelajar untuk meningkatkan kreativitas. “Agar komunitas terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi anak muda di Gresik,” ucap Reka. (*/c6/aph/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature