Baznas Nunukan menyampaikan permohonan maaf atas tindakan kejadian saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center. Itu dilakukan lantaran perwakilan Baznas Nunukan yang diduga asal comot anak untuk menerima santunan yatim piatu saat acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center.
Kejadian ini diketahui pihak keluarga dari anak yang menerima bantuan. Padahal, anak yang ditempatkan untuk menerima bantuan bukan anak yatim piatu. Sehingga, keberatan pihak keluarga dilayangkan ke Baznas Nunukan.
Atas kejadian itu, pihak keluarga dari anak tersebut mengaku keberatan, dan meminta kepada Baznas Nunukan untuk melakukan klarifikasi dan permohonan maaf.
Wakil Ketua Baznas Nunukan Bidang Pendistribusian, H. Muhammad Sulaiman menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya telah meminta Furgon, putra dari Arbain, untuk menerima santunan yatim piatu dari Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. Padahal notabene Furgon bukanlah anak yatim piatu.
Dalam kesempatan itu, Sulaiman yang didampingi Ketua Baznas Nunukan, H. Zahri Fadly dan jajaran pengurus Baznas tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.
“Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan wabil khusus Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini,” tambahnya.
Menanggapi permohonan maaf dari Baznas tersebut, keluarga Arbain mengaku sudah menerima permohonan maaf tersebut. Berharap kepada Baznas Nunukan ke depan lebih berhati-hati lagi sehingga tidak terulang kejadian yang sama.
Untuk diketahui, penyerahan santunan yatim piatu Baznas Nunukan yang dilakukan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid seusai acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center, Minggu (15/10), viral karena anak yang menerima bantuan secara simbolis tersebut ternyata bukan anak yatim. (akz/lim)