Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Single Mother dan Lansia Jadi Berdaya

uki-Berau Post • Kamis, 23 November 2023 - 03:59 WIB
BUKA AKSES BELAJAR KRIYA: Ratu Fitri (kanan) bersama peserta workshop kreatif menjahit. Dia juga mengadakan pelatihan membuat pembalut kain secara cuma-cuma untuk warga Kampung 1001 Malam.
BUKA AKSES BELAJAR KRIYA: Ratu Fitri (kanan) bersama peserta workshop kreatif menjahit. Dia juga mengadakan pelatihan membuat pembalut kain secara cuma-cuma untuk warga Kampung 1001 Malam.

Saat kecil, Ratu Fitri kesusahan mendapatkan akses untuk belajar keahlian tertentu. Harus ikut kursus lama dan butuh biaya besar. Hal tersebut mendorongnya membuat SUBstitute Makerspace.

 

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

 

IDE tersebut tercetus pada 2019. Dia dan dua rekannya menginisiatori SUBstitute Makerspace. Sebuah workshop kreatif yang bisa menjadi wadah bagi siapa pun yang ingin belajar. Atau sekadar ingin menjajal suatu keahlian terlebih dahulu.

Pelaksanaan workshop disesuaikan dengan mereka yang merasa penasaran terhadap satu skill yang bisa dipelajari dalam waktu singkat, sehari saja. “Peralatan yang kami punya jadi sarana teman-teman lain untuk belajar, berproduksi, atau sekadar mencoba.

Membuka akses bagi semua orang untuk bisa menjadi pusat belajar kriya. “Syukur-syukur, bisa berproduksi sendiri,” imbuh alumnus komunikasi Unair itu.

Kelas yang dibuka kali pertama adalah wood working atau kelas kayu. Tak disangka, 80 persen pesertanya adalah kaum hawa. Itu membuatnya bangga. Selama ini kriya kayu identik dengan laki-laki.

Namun, ternyata banyak perempuan yang berminat menjajal skill tersebut. Mereka rela belajar meski debu dari serbuk kayu di sana-sini. Mereka juga mencoba peralatan perkayuan yang tajam dan cukup berat.

“Ini kan mendobrak stigma. Bahwa ternyata perkayuan itu bisa dibuat oleh siapa saja. Sebaliknya, kelas menjahit yang kami adakan juga diminati laki-laki,” ujarnya.

Workshop lainnya menyusul. Mulai membatik, merajut, home decor, hingga seni pottery. Ratu juga sempat menggratiskan kelas khusus untuk kelompok rentan seperti single mother dan lansia.

Termasuk untuk warga Kampung 1001 Malam yang tinggal di bawah kolong Jembatan Dupak. Mereka dibekali pelatihan membuat pembalut kain secara cuma-cuma.

SUBstitute Makerspace juga pernah memimpin pelatihan menjahit bagi 150 ibu-ibu Muslimat di Surabaya pada 2020. Mereka diajari menjahit popok dan pembalut kain yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan mesin jahit tipe apa pun.

“Waktu itu sekalian diajari hitung-hitungan cost produksi hingga harga jual sehingga bisa dapat keuntungan. Bisa jadi bekal untuk bikin usaha,” terangnya.

Selain itu, SUBstitute menggelar Do It Yourself (DIY) Festival. Juga, menjalin kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Jatim yang diketuai Arumi Bachsin dalam event 3D Print Competition tingkat mahasiswa dan umum. Saat itu banyak hasil 3D print yang dikolaborasikan untuk produk UMKM.

Ratu juga kerap mengajak beberapa peserta workshop kreatif untuk terlibat saat ada proyek. Misalnya, saat diminta Pemkot Surabaya menjadi salah satu vendor untuk membuat booth atau rombong jualan di Pasar Tunjungan.

“Sekarang kami juga bikin All is Well Concept Store untuk para crafter di Jatim, terutama Surabaya. Mereka bisa mendisplai karya mereka untuk dijual,” jelasnya.

“Jadi, kami sediakan tempat dan alat latihan atau workshop-nya sekaligus kami manage sekalian untuk tempat displainya. Mencoba dari hulu ke hilir. Sementara ini displai diisi oleh para crafter, ilustrator, dan seniman,” imbuhnya. (*/c6/ali/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature