Pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan terus berjalan. Salah satu produk industri yang dihasilkan di kawasan ini adalah aluminium ingot (batangan aluminium) yang akan diproduksi oleh PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani mengatakan, tahap pertama produksi akan dilaksanakan pada semester I tahun 2025, dengan kapasitas produksi awal mencapai 500 ton per annum.
“Sesuai timeline dari pengelola kawasan, produksi awal 2025,” kata Rahman kepada Radar Kaltara belum lama ini.
Selain itu, ada beberapa pembangunan lainnya yang akan dibangun di kawasan industri. Diantaranya, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 1.000 MW, pabrik besi dan baja dengan kapasitas 5 juta ton per tahun, smelter alumina dengan kapasitas 3 juta ton, pabrik baterai untuk kendaraan listrik maupun pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas 265 giga watt hour (GWh) dan pabrik polycrystalline silicon dengan kapasitas 1,4 juta ton.
“Di sana (kawasan industri) juga akan dibangun pabrik petrokimia terbesar di Indonesia, PT Taikun Petro Chemical, dengan kapasitas mencapai 4×16 juta ton per tahun,” ungkapnya.
Pembangunan kawasan industri ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 6.000 orang pada tahap konstruksi dan 1.500 orang karyawan operasional pasca konstruksi.
“Sekarang ini pengelola kawasan sudah membangun gedung kantor pengelola, land clearing lahan mess karyawan (dormitory) seluas 10 hektare (ha), lahan limbah seluas 12 hektare,” bebernya.
Selain itu, pengelola kawasan juga membangun infrastruktur dasar dalam kawasan (jalan dan jembatan). Tidak hanya menguntungkan bagi PT KAI dan tenant lain yang memproduksi di kawasan ini, pembangunan kawasan industri ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar dan perekonomian daerah.
“Nilai investasi di kawasan industri mencapai USD 132 miliar diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan menarik investasi asing ke Kaltara,” harapnya.
Ini menujukan komitmen pemerintah dalam pengembangan industri, energi hijau dan kemajuan teknologi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Dengan menyediakan produk aluminium ingot yang berkualitas dan berdampak positif. Semoga dengan adanya kawasan industri ini dapat memberikan dampak baik bagi kemajuan secara nasional,” pungkasnya. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria