Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Di Perairan Nunukan Makin Banyak Limbah Botol Plastik Rumput Laut

Eliazar Simon • 2024-02-07 14:25:00
LIMBAH: Banyak botol plastik dari limbah rumput yang dibuang sembarangan menjadi perhatian DKP Kaltara.
LIMBAH: Banyak botol plastik dari limbah rumput yang dibuang sembarangan menjadi perhatian DKP Kaltara.

Limbah plastik paling banyak ditemukan terhadap aktivitas budidaya rumput laut. Selama ini para pembudidaya rumput laut masih menggunakan botol plastik sebagai pelampung rumput laut. Penggunaan limpah plastik dipastikan akan berdampak pada lingkungan. Terkait permasalahan tersebut pun disoroti oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara.

Para pembudidaya rumput dinilai masih kurang peduli terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan, saat membuat limbah plastik tersebut. “Kalau rumput laut ini tempat kehidupan kita, kalau bisa kita jagalah laut kita,” ungkap Kepala DKP Kaltara, Rukhi Syayahdin.

Selama ini pihaknya mendapati bahwa para pembudidaya rumput laut tidak memiliki beban moril terhadap limbah hasil rumput laut. Botol yang digunakan sebagai pelampung rumput laut, masih banyak yang dibuang sembarangan.

“Kalau kita arif dengan lingkungan yang ada, maka lingkungan juga akan memberikan sesuatu yang baik bagi kita. Seluruh pesisir yang ada mangrove kemudian tertutup botol rumput laut, maka akan berdampak dengan ekosistem yang ada,” imbuhnya.

Ia berharap seluruh pembudidaya rumput laut sadar akan permasalahan yang ditimbulkan, akibat dari limbah plastik. Apalagi limbah plastik merupakan limbah yang tidak bisa terurai. Selain itu, pihaknya berharap instansi terkait juga bisa mengambil perhatian terhadap lingkungan yang ditimbulkan akibat dari limbah plastik.

“Apa pun bentuk sampah itu harus kita tangani. Kita harus berkoloborasi dengan pemerintah daerah juga,” tegasnya.

Rukhi melanjutkan, selama ini dari pemerintah daerah melalui dinas terkait sudah menyiapkan program terkait dengan tempat pengumpulan sampah. Maka dari itu dari pembudidaya rumput laut juga harus mengikuti regulasi yang sudah dibuat. Selama ini dari pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan aksi membersihkan pantai.

“Kalau bersihkan pantai ini sifatnya insidentil tapi bisa juga memberikan contoh. Tapi standar minimal itu masyarakat harus paham kalau rumah kita jelek, maka suasananya pasti jelek,” imbuhnya.

Selain berdampak terhadap lingkungan, Rukhi menambahkan, hal tersebut akan berdampak dengan investor luar yang ingin berinvestasi terhadap budidaya rumput lalu.

Beberapa waktu lalu sudah ada pihak asing yang ingin membantu kegiatan budidaya rumput laut. Mulai dari produksi hingga pasca panen. “Itu bisa terjadi karena melihat masalah lingkungan yang ada,” pungkasnya. (zar/lim)

Editor : Indra Zakaria
#nunukan