Jembatan penghubung akses warga di Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan nyaris ambruk. Namun, belum mendapatkan penanganan dari pemerintah.
Salah satu warga Tanjung Buka, Wahyudi mengatakan, jembatan yang menjadi akses utama bagi warga untuk menuju Kecamatan Tanjung Selor mengalami kemiringan di sisi kiri dan kanan.
"Ada akses lain. Tetapi, jalannya rusak," kata Wahyudi kepada Radar Kaltara. Sebelumnya, jembatan dengan panjang kurang lebih 75 meter itu masih bisa dilintasi kendaraan. Namun, sejak beberapa hari terakhir kondisinya semakin memperihatinkan. "Iya, sebelumnya masih bisa. Walaupun kondisi jembatan mengalami kemiringan," ungkapnya.
Karena kondisinya saat ini, jembatan tersebut harus ditutup sementara karena tidak dapat dilalui oleh kendaraan. "Minggu (18/2) jembatan ditutup sementara, karena tidak bisa dilalui kendaraan," bebernya.
Karena itu, warga berharap ada penanganan dari pemerintah terhadap kondisi jembatan. Karena akses utama dari Tanjung Selor masuk ke SP8, SP7 dan SP2 maupun sebaliknya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tanjung Buka, Ishak menambahkan, jembatan awalnya berada dalam kondisi baik, namun rusak akibat proyek PLN di SP8. Kendaraan yang memuat alat berat yang tidak sesuai dengan kapasitas beban jembatan turut memperparah kerusakan tersebut.
"Untuk mengatasi masalah ini, kami sudah berkoordinasi dengan PLN UP2 Kaltara,"ujarnya.
Hasil koordinasi, PLN menyatakan siap bertanggung jawab. Kemungkinan segera dikerjakan. Untuk materialnya sudah ada, hanya menunggu warga untuk mengerjakan jembatan tersebut. Menurutnya, kemungkinan untuk pembongkaran jembatan hanya dilakukan pada titik yang mengalami kerusakan saja, tidak pada seluruh bagian jembatan.
Sekda Bulungan, Risdianto mengaku akan menginstruksikan perangkat daerah untuk melakukan kunjungan ke SP 8 setelah mengetahui kondisi jembatan tersebut. Ia berharap tindakan tersebut dapat dilakukan dengan cepat untuk menghindari kekhawatiran bagi warga.
"Saya berharap perangkat daerah terkait bisa segara melakukukan penanganan terhadap kerusakan jembatan tersebut," bebernya. (jai)
Editor : Indra Zakaria