Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bongkar Muat Tanpa Tunggu Pasang Surut, Dishub Bangun Dermaga Plengsengan 15 Meter

Radar Tarakan • Rabu, 20 Maret 2024 - 22:50 WIB
Kendaraan langsung turun dari kapal feri di Pelabuhan Sebawang Tana Tidung tanpa harus menunggu air sungai surut.
Kendaraan langsung turun dari kapal feri di Pelabuhan Sebawang Tana Tidung tanpa harus menunggu air sungai surut.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung terus memaksimalkan pelayanan pengguna kapal feri di dermaga Sebawang dengan rute KTT-Tarakan. Terbaru, Dishub baru saja menyelesaikan pembangunan dermaga plengsengan Sebawang sepanjang 15 meter ke arah sungai. Pembangunan infrastruktur tersebut untuk memberikan kemudahan bongkar muat kendaraan maupun orang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Tana Tidung Didakus Pito mengatakan, mulai Selasa (19/3) dermaga plengsengan yang dibangun dua pekan lalu sudah digunakan untuk kali pertama.

“Jadi dengan adanya dermaga plengsengan yang mengarah ke sungai sekitar 15 meter itu, penumpang maupun kendaraan yang naik turun ke kapal feri tidak perlu lagi menunggu pasangan surut air. Sampai ke Sebawang langsung bisa turun atau langsung bisa bongkar muat kendaraan maupun penumpang,” jelas Pito kepada Radar Kaltara, Selasa (19/3). 

Sebelumnya, penumpang banyak mengeluh meski telah tiba di pelabuhan Sebawang belum bisa turun karena pihak kapal feri masih menunggu air sungai surut agar bisa memudahkan bongkar muat kendaraan maupun orang.

Penumpangpun harus menunggu sampai 1 jam lebih di atas kapal feri. Dengan adanya dermaga plengsengan yang baru, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama di atas kapal. “Tapi plengsengan ini masih bersifat sementara, sembari menunggu pembangunan plengsengan yang permanen. Saat ini masih berposes di Kementerian Perhubungan,” kata Pito.

Anggaran pembangunan dermaga plengsengan bersumber dari Dishub Tana Tidung dan dibantu oleh PT PCP.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Tana Tidung di 2024 akan fokus mengembangkan atau membangun empat pelabuhan besar. Empat pelabuhan tersebut dibangun di Bebatu, Tideng Pale, Sebawang dan Tana Lia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung Arief Prasetiawan mengatakan Bupati Ibrahim Ali konsen membangun pelabuhan besar yang ada di Tana Tidung.

“Di Desa Bebatu akan dibangun pelabuhan peti kemas dan material. Di Sebawang pelabuhan penyeberangan kapal feri, di Tideng Pale pelabuhan penumpang dan di Tana Lia pelabuhan sungai,” ungkap Arief didampingi Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Tana Tidung Didakus Pito kala ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/8/2023).

Prosesnya telah dimulai tahun ini dengan melakukan studi kelayakan. Sisanya menyiapkan dokumen persyaratan pembangunan di 2024. “Saat ini teman teman sedang mengumpulkan data, untuk selanjutnya diserahkan ke kementerian terakit untuk memastikan layak atau tidak. Tapi kami optimistis layak, sehingga pembangunan fisiknya bisa di 2025,” jelas Arief. 

Sebab, kata Arief, letak geografis Tana Tidung sangat strategis berada di tengah tengah antara Tarakan, Malinau dan Nunukan.

“Dibandingkan Malinau kita lebih strategis, malah Bulungan tidak ideal dibangun pelabuhan karena sungainya tidak terlalu lebar,” jelasnya.Yang tak kalah penting, tambah Arief, sebagai obyek vital rencana pembangunan harus masuk dalam rencana induk pelabuhan nasional (RIPN) untuk bisa dilaksanakan operasi dan pembangunannya.

“Kita sudah tiga masuk, kecuali Sebawang. Tiga ini Bebatu, Tideng Pala dan Tana Lia.  Untuk Sebawang menyusul,” sebutnya. Pembangunan pelabuhan ini diharapkan ada pemerataan dalam sektor ekonomi. Di Bebatu akan difokuskan untuk industri, di Sebawang dan Pelabuhan Tideng Pale, penyeberangan dan speedboat.

“Muaranya efek dominonya, yang dapat dirasakan masyarakat utamanya untuk perekonomian masyarakat. Pelabuhan Tana Lia juga tak luput dari perhatian kita,” tutupnya.(ana/har)

 
 
 
Editor : Indra Zakaria