Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kondisi Tinggi Muka Air di Sungai Sembakung Perlahan Turun

Radar Tarakan • 2024-05-10 11:40:00
NAIK: Kondisi tinggi muka air (TMA) di Sungai Sembakung terpantau terjadi perubahan yang tidak signifikan. FOTO: DOK BPBD
NAIK: Kondisi tinggi muka air (TMA) di Sungai Sembakung terpantau terjadi perubahan yang tidak signifikan. FOTO: DOK BPBD

 

Kondisi tinggi muka air (TMA) di Sungai Sembakung terpantau terjadi perubahan yang tidak signifikan. Berdasarkan pantauan personel Pos BPBD Sembakung pada Kamis (9/5), sekira pukul 06.33 Wita terjadi penurunan debit air.

Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman menyampaikan sesuai dengan laporan kebencanaan dan kondisi cuaca untuk wilayah Kecamatan Sembakung yang ia terima TMA sungai Sembakung mulai surut. Pantauan TMA sungai Sembakung kini pada level 3,98 meter.

"Sesuai pantauan alat ukur yang terpasang ada penurunan debit air 2 centimeter dari pantauan sebelumnya diangka 4 meter," ucap Arief Budiman kepada Radar Tarakan, Kamis (9/5). 

Dijelaskan, sejak Selasa (7/5) dampak naiknya debit air membuat fasilitas pendidikan ikut terendam banjir. Sehingga, satu sekolah di Dusun Tembelunu, Desa Atap masih dikepung banjir.

"Terdapat satu sekolah dasar sampai saat ini halaman sekolah masih terendam air. Sebab, kondisinya bangunan sekolah tersebut sangat rendah dari badan jalan yakni SD 004 Sembakung," bebernya. 

Lebih lanjut disampaikan, kondisi cuaca di wilayah Sembakung terjadi hujan lebat. Hanya, dengan kondisi yang terjadi saat ini belum berdampak pada aktivitas masyarakat. "Saat ini aktivitas masyarakat berjalan normal," singkatnya.

Sebelumnya, pada Selasa (7/5) lalu, TMA di sungai Sembakung membuat sejumlah fasilitas pendidikan dan perkantoran di Kecamatan Sembakung terendam banjir. Seperti, gedung SD 004 Sembakung di Dusun Tembelunu, SD 001 dan SD 002 Sembakung.

Dampaknya, SD 004 tidak dapat melaksanakan tahap belajar. Sebab, halaman sekolah sudah di genangi air. Kemudian, fasilitas umum atau publik yang telah terendam yakni Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) sektor Sembakung. Dikarenakan, letak pos damkar berada di posisi lebih rendah dari badan jalan.

 

Untuk diketahui, kenaikan debit air di sungai Sembakung terjadi sejak Minggu (5/5) lalu. Hal ini diakibatkan curah hujan tinggi terjadi sejumlah kecamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sembakung dan di wilayah hulu sungai Sembakung.

"Kenaikan debit air diakibatkan hujan di wilayah Lumbis, Lumbis Pansiangan serta hujan yang terjadi di wilayah Malaysia hulu sungai Sembakung," jelasnya. (akz/lim)

Editor : Indra Zakaria