URGEN: Salah satu TPU di Tarakan Tengah yang terancam longsor. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Adanya peristiwa makam longsor belum lama ini di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah kembali mengingatkan bahwa persoalan TPU di Kota Tarakan urgent.
Mengingat sejauh ini cukup banyak persoalan TPU yang saat ini masih menjadi masalah besar di masyarakat seperti overload, sengketa lahan, ancaman longsor, hingga sulitnya mencari lokasi baru untuk pembangunan TPU. Kendati demikian, sepertinya persoalan TPU belum masuk menjadi agenda prioritas pemerintah, hal itu terlihat minim penangganan nyata pada penyelesaian Persoalan tersebut.
Anggota Komisi I DPRD Tarakan, Akbar Mahmud Ola menerangkan, persoalan seputar TPU menjadi permasalahan klasik di kota Tarakan. Sehingga minimnya Penanganan membuat persoalan TPU dari tahun ke tahun menjadi semakin kompleks.
"Sebenarnya persoalan TPU sudah sejak beberapa tahun lalu kami soroti. Di setiap TPU di Tarakan memiliki masalahnya masing-masing. Kita tahu beberapa TPU seperti di Karang Balik, Selumit, Sebengkok, Karang Anyar itu sudah overload. Belum lagi, TPU Pamusian yang lahannya masih berpekara dengan masyarakat. Kalau tidak diselesaikan bertahap semakin lama ini menjadi semakin besar," ujarnya, Kamis (9/5).
Dikatakannya, beberapa tahun lalu pihaknya mengusulkan pembangunan TPU baru di beberapa wilayah. Hal ini karena pihaknya menyadari persoalan Overload terjadi hampir pada semua TPU di Kota Tarakan. Namun demikian, pihaknya menyadari sulitnya mencari lokasi untuk pembangunan TPU.
"Kami memprioritaskan pengusulan pembukaan makam baru, karena jangan sampai ini kita sepelekan, tapi di kemudian hari kita repot. Bahwa setiap TPU di Tarakan sudah sangat sesak dengan terus bertambahnya kuburan baru. Bahkan beberapa TPU di beberapa kelurahan dilaporkan sudah lama overload," tuturnya.
“Kondisi kuburan di kota Tarakan sudah cukup padat, termasuk di kampung-kampung dan yang setau saya padat itu di kuburan Gunung Daeng, Selumit, Karang Anyar, Gunung Lingkas kemudian Mamburungan dan Kampung Empat,” jelasnya.
Anggota Fraksi Gerindra tersebut, juga mengharapkan peran untuk lahan pemakaman ini tidak ditimpakan ke DPRD saja. Namun harus menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan jika sejauh ini pihaknya telah memanggil beberapa pihak terkait dalam menanyakan persoalan ini. Sehingga ia berharap pada kepemimpinan kepala daerah selanjutnya dapat memasukkan penangganan TPU untuk menjadi program prioritas.
"Siapapun kita akan menuju ke sana dan bukan hanya kerja dan pemikiran DPR tapi kita semua berpikir bagaimana baiknya kalau dari saya pribadi sudah saatnya pemerintah kota menentukan lokasi kuburan yang luas, disertai dengan perencanaan yang lebih matang kita boleh mencontoh daerah lain," katanya.
"Ini memang agak sepele tapi ini sangat penting, di mana kita semua memiliki kelurga atau bahkan kita sendiri yang nanti akan ke pindah rumah ke sana (meninggal). Jadi kalau tidak kita tata dengan baik, dikhawatirkan tidak semua masyarakat nanti bisa memakamkan keluarga di TPU secara normal. Ini juga harus menjadi PR pemerintah selanjutnya," pungkasnya. (zac/lim)