Selain itu, rombongan juga melihat secara langsung tambak udang masyarakat di kawasan hutan mangrove Delta Kayan.
Pemda Bulungan sangat mengapresiasi atas dukungan GGGI Indonesia dan kedutaan Kanada dalam upaya mendukung program pembangunan berkelanjutan khususnya di wilayah ekosistem Mangrove di Delta Kayan Bulungan.
Di sisi lain, Audri Makhopadhyay, Direktur Divisi 1 Asia Tenggara dan Oseania, OSP, GAC, saat berdiskusi dengan masyarakat Liagu mengatakan.
Kehadiran disini adalah bagian dari kerja sama antar Pemerintah Kanada dan Indonesia dibantu dengan tim GGGI untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah sekitar kawasan mangrove.
Dari diskusi tersebut, ingin menyerap keinginan dan kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan dapat benar-benar memberi manfaat terhadap masyarakat nelayan di sekitar area mangrove.
Nantinya, dalam menjalankan program tersebut, melibatkan seluruh unsur masyarakat maupun pemerintahan setempat.
Taswin Munier, Petugas Kebijakan Lingkungan, GGGI Indonesia, menambahkan keberadaan dirinya bersama timnya merupakan mandat pemerintah Kanada untuk program peningkatan produktivitas perikanan, terutama di area mangrove.
“Kita ketahui bersama mangrove adalah bagian dari ekosistem perikanan baik kepiting udang, ikan, dan lain sebagainya. Kehadiran kami untuk mendukung para nelayan dan petambak untuk meningkatkan produktivitas perikanan namun tetap memperhatikan aspek lingkungan," terangnya.
Survei lapangan yang dilakukan oleh timnya, untuk melihat secara langsung lokasi target proyek yang akan dijalankan lima tahun ke depan. Untuk di Kabupaten Bulungan, ada empat wilayah yang menjadi target program GGGI Indonesia, yaitu Desa Liagu, Sekatak, Sekatak Buji, dan juga Salimbatu.
“Kami ingin melihat secara langsung proyek yang akan kami jalankan selama lima tahun ke depan. Nasclim nantinya memberikan pemberdayaan pada masyarakat termasuk peningkatan kapasitas pemerintah menyangkut perencana untuk meningkatkan ekosistem mangrove," terangnya.
Selain itu, program yang akan dijalankan Nasclim menyangkut pemberdayaan masyarakat dari segi ekonomi, sosial, dan budaya terutama menjaga aspek lingkungan untuk kelangsungan pembangunan.
“Di sini kita melakukan pemetaan masalah dan berbicara dengan pemerintah, pelaku di lapangan, terutama para petambak dan juga nelayan," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku bahwa setiap program yang dijalankan tidak akan menuai hasil instan dalam penyelesaian semua masalah terkait wilayah mangrove di Delta Kayan.
“Tentu saja GGGI bukan Sinterklas yang akan menyelesaikan semua masalahan. Namun, minimal ada yang bisa kami lakukan untuk pembangunan di Bulungan terutama di wilayah kerja kami,” pungkasnya. (jai/har)