Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemkab Bulungan Garap Aspek Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Radar Tarakan • 2024-06-25 11:30:00
Pejalin yang merupakan salah satu desa di wilayah Landscape Kayan, Kabupaten Bulungan.
Pejalin yang merupakan salah satu desa di wilayah Landscape Kayan, Kabupaten Bulungan.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus melakukan upaya-upaya untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bulungan, khususnya yang ada di wilayah Landscape Kayan.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd,. M.Si mengatakan, tercatat ada 18 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bulungan masuk dalam kawasan Landscape Kayan, salah satunya Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas.

“Landscape Kayan ini berbicara tentang ada empat kecamatan di Kabupaten Bulungan yang kita masukkan dalam program terintegrasi pembangunannya,” ujar Bupati kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (24/6). 

Jadi, lanjut Bupati, di sini tidak melulu bicara tentang aspek ekologi atau aspek lingkungan, tapi aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian yang digarap di wilayah Landscape Kayan sesuai dengan potensi desanya masing-masing.

Oleh karena itu, Bupati berharap adanya dukungan dari kepala desa (kades) dari 18 desa di Landscape Kayan ini untuk bersama-sama fokus untuk bagaimana caranya bisa menyukseskan atau menghadirkan kegiatan-kegiatan pembangunan terintegrasi melalui program Landscap Kayan. 

“Untuk payung hukumnya, di tahun 2023 lalu Pak Presiden telah menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 28 Tahun 2023 yang menyebut secara spesifik salah satu pembangunan IAD (Integrated Area Development) yang kita katakan Landscape Kayan, itu ada di Bulungan,” sebutnya.

Untuk aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat sendiri, Bupati mengajak masyarakat untuk memberdayakan sejumlah hasil alam salah satunya bambu untuk dijadikan bahan dasar ekonomi produktif masyarakat.

“Saya sudah diskusi dengan beberapa pihak, termasuk mereka juga meninjau ke lapangan terkait dengan potensi yang ada,” sebutnya.

 

Dengan begitu, tinggal bagaimana masing-masing pemerintah desa bersama masyarakatnya mengelola bambu ini menjadi sesuatu yang bisa memberikan nilai tambah dan bisa menghasilkan bagi masyarakat. (iwk)

 

Editor : Indra Zakaria