“Masyarakat desa yang melaporkan ke kami yang langsung segera kami tindaklanjuti dugaan tersebut untuk ke lokasi melakukan pencarian,” ujar Basir ketika dikonfirmasi, Selasa (6/8).
Basir menerangkan, dari keterangan rekan korban, awalnya mereka ada sebanyak 5 dalam satu perahu. Untuk memukat, 3 orang turun dari perahu guna pasang pukat. Saat memukat tersebutlah, korban disebutkan ditarik oleh sesuatu ke dalam air yang diduga buaya.
“Jadi korban ini posisi belakang pukat, satu temannya posisi di tengah pukat, satu temannya lagi di ujung pukat, mereka itu memukat bersama, nah rekannya mengatakan melihat korban itu tiga kali kelihatan naik turun tangannya seperti minta tolong, tidak lama kemudian sudah tidak kelihatan malah menghilang,” ungkap Basir.
Kaget dengan keadaan itu, mereka langsung ke area perairan hilangnya korban untuk mencari keberadaannya. Bahkan pencarian dan menunggu korban muncul dilakukan selama 30 menit, namun tidak membuahkan hasil.
Dari situ, rekan korban akhirnya melaporkan ke RT terdekat dan laporan akhirnya diteruskan ke BPBD Nunukan.
“Kemarin hingga malam masyarakat terus mencari tapi belum ketemu, kami juga tadi mencari hingga sore belum ketemu, jika tidak ada kendala, besok dilanjutkan pencarian,” pungkas Basir. (raw/lim)