Seorang warga Sei Fatimah, Nunukan Barat bernama Azliansyah, menjadi korban tertimpa pohon yang rebah saat hujan deras dan angin kencang pada Kamis (13/2) dini hari.
Kejadian itu menimpa Azliansyah ketika dirinya hendak pulang ke rumahnya dari rumah orang tuanya di Desa Ujang Fatimah. Dalam perjalanan, sekitar pukul 01.00 wita, tak disangka salah satu pohon rebah dan mengenai dirinya yang saat itu berkendara motor.
Akibatnya Azliansyah pingsan, motornya rusak pecah bagian depan motor. Warga setempat yang menolong Azliansyah langsung membawanya ke RSUD Nunukan.
Kepala Polsek Nunukan, Iptu D. Barasa mengatakan, meski sempat dibawa ke RSUD Nunukan, Azliansyah sudah diperbolehkan dokter pulang karena tidak memiliki luka yang serius.
“Korban itu sebenarnya tertimpa pohonnya, mengenai rusuk kiri, namun tidak mengakibat luka yang serius, tapi motornya rusak karena tertimpa pohon,” ujar Barasa ketika diwawancarai, Kamis (13/2).
Saat mengunjungi Azliansyah di rumahnya, dirinya memang sedang baik-baik saja. Kepada personel yang mengunjunginya, Azliansyah mengaku, ketika kejadian pohon tumbang tersebut, dirinya sedang pulang dari rumah orang tua di disungai Fatimah menuju rumahnya di Jalan Suka Damai, RT. 12, Desa Ujang Fatimah.
“Jadi dirinya itu lewat jalan beraspal dan kebetulan hujan deras dan angin kencang, kejadiannya peristiwa tersebut, syukur korban tidak mengalami luka serius,” ungkap Barasa.
Ketika melihat TKP, Barasa mengaku memang banyak pohon tua yang sudah mati di sepanjang jalan dari sungai Bilal sampai di sungai Fatimah, sehingga rawan akan terjadinya pohon tumbang apalagi pohon arahnya mengarah ke jalan.
Atas kejadian tersebut, warga sekitar termasuk pengguna jalan pun memohon agar dilakukan pemotongan pohon yang mati ataupun yang masih hidup namun mengarah kejalan, agar ditumbang kan, sehingga jika terjadi hujan lebat dengan diikuti angin kencang masyarakat tidak lagi dihantui pohon tumbang.
Baca Juga: Untuk Kedua Kalinya, Polres Nunukan Bekuk Emak-Emak Jadi Kurir Sabu, Rencana Hendak Dibawa ke Sulsel
“Kami bermasa masyarakat akhirnya bergotong royong menebang pohon yang rawan tumbang, dengan begitu meminimalisir terjadinya pohon tumbang, mudah-mudahan tidak ada lagi lah pohon tumbang di wilayah sana,” pungkas Barasa. (raw)
Editor : Indra Zakaria