Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Karena Sulit Dibudidaya, Taman Anggrek Tarakan Akan Disulap Jadi Taman Kehati

Redaksi • Minggu, 11 Mei 2025 - 19:00 WIB
Taman Anggrek Tarakan dimasa kejayaannya. (DOK)
Taman Anggrek Tarakan dimasa kejayaannya. (DOK)

Sempat menjadi daya tarik wisata Kota Tarakan dan kondisinya bertahun-tahun kian terbengkalai, Taman Anggrek akan direvitalisasi menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati).

DLH Tarakan selaku pihak pengelola mengungkapkan, tidak dilanjutkannya pengelolaan Taman Anggrek karena tanaman anggrek merupakan salah satu jenis tanaman yang sulit dibudidaya.

"Tanaman anggrek itu sulit dikembangbiakkan, bukan seperti tanaman lain yang dapat tumbuh secara terus menerus, apalagi anggrek hanya bisa tiga kali berbunga, setelah itu mati," ujar Chaizir Zain, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), DLH Kota Tarakan.

Taman Anggrek sendiri awalnya dikelola oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Tarakan, lalu berpindah tangan pengelola ke Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Tarakan. Hingga di awal tahun 2024 Taman Anggrek resmi asetnya diserahkan dan dikelola olehDinas Lingkungan Hidup DLH Tarakan.

DLH Tarakan sebagai pengelola baru berencana mengubah Taman Anggrek menjadi Taman Kehati agar tempat tersebut dapat hidup kembali, dengan isi yang lebih kompleks dan beraneka ragam flora fauna.

"Taman kehati itu kan program kementerian, nah, kita lihat kawasan di taman anggrek itu luas dan sebenarnya banyak flora fauna lainnya di sana, termasuk yang di hutan belakangnya ada hewan tarsius, monyet dan beberapa jenis burung," papar Chaizir.

Rencana revitalisasi Taman Anggrek menjadi Taman Kehati akan dimasukkan dalam DED (Detail Engineering Design), dan jika tidak terkendala efisiensi, maka bisa saja tahun ini digarap.

"Anggaran pembuatan Taman Kehati itu cukup besar, namun akan kita coba masukkan dalam DED, jika disetujui dan tidak terhapus oleh efisiensi anggaran akan kita kerjakan," pungkasnya. (*/wld)

Editor : Indra Zakaria