Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ratusan Jiwa di Tiga Desa Terdampak, Debit Air Sungai Sembakung Terus Naik

Redaksi • 2025-05-23 13:00:00
Luapan air sungai Sembakung sejak Selasa (20/5) hingga saat ini terus naik. Sehingga merendam sejumlah fasilitas pendidikan dan fasilitas umum di tiga desa.
Luapan air sungai Sembakung sejak Selasa (20/5) hingga saat ini terus naik. Sehingga merendam sejumlah fasilitas pendidikan dan fasilitas umum di tiga desa.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung sejak, Selasa (20/5) terus mengalami kenaikan. Berdasarkan tiang ukur Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sembakung yang terpasang di Sungai Sembakung ketinggalan air kini berada di 4,45 meter.

Kasubid Informasi, BPBD Nunukan Basir menyampaikan berdasarkan pantauan personel BPBD Pos Sembakung pada, Rabu (21/5) tinggi muka air (TMA) sungai Sembakung terpantau naik. Sehingga, berdampak pada sejumlah fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan lain.

"Kegiatan pemantauan lapangan dilakukan bersama perwakilan kantor kecamatan, Pemdes Atap, Relawan Destana Sembakung terdapat fasilitas umum dan rumah warga mulai terendam banjir," ucap Basir kepada Radar Tarakan, Rabu (21/5).

Adapun fasilitas pendidikan yang terendam banjir diantaranya gedung SD 001 Sembakung, SD 002 Sembakung, Gedung SMA Sembakung terdiri dari dua ruang kelas belajar (RKB), satu ruang koperasi sekolah serta UPT Disdik Sembakung.

"Fasilitas lainnya yakni Pos Damkar Sembakung, Kantor BPD Desa Atap, BPU sembakung, GOR Sembakung danKantor PLN Ranting Desa Atap," jelasnya. Sementara, ada puluhan rumah dengan ratusan jiwa di tiga desa yang terendam banjir. Rinciannya, Desa Atap sebanyak 53 rumah yang dihuni 84 kepala keluarga (KK) terdiri dari 272 jiwa. "Kemudian, di Desa Tagul ada dua rumah yang dihuni tiga KK sebanyak 9 jiwa. Desa Tujung ada 7 rumah yang dihuni 9 KK dengan 27 jiwa," rincinya.

Lanjutnya, untuk desa yang lain di wilayah Kecamatan Sembakung baik fasilitas umum maupun rumah warga belum ada yang terendam. Hanya saja, banjir sudah menutupi halaman dan badan jalan. Seperi di Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan.

"Dari Dldesa tersebut Desa Atap yang terdampak cukup parah akibat luapan air banjir tepatnya di Dusun Tembelunu/Salid RT 6 dan 7. Karena daerahnya sangat rendah dari badan jalan aspal. Saat ini kegiatan dan aktivitas warga hanya mengunakan perahu ketintinting dan perahu dayung," pungkasnya. (akz)

Editor : Indra Zakaria