Adanya video berdurasi 40 detik yang beredar di Media Sosial (Medsos) yang memperlihatkan seorang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bersama anaknya, yang diduga diambil di lokasi sekitar Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur menuai perhatian besar masyarakat. Pasalnya anak ODGJ tersebut dalam kondisi tanpa busana alias telanjang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan, Arbain membenarkan sosok yang berada di video tersebut merupakan ODGJ di Kota Tarakan. Dikatakannya, sosok ODGJ merupakan warga Simpang Amal Kelurahan Mamburungan yang merupakan ibu rumah tangga (IRT).Dikatakannya, sebelumnya bersangkutan pernah dirawat di ruang Teratai RSUD dr Jusuf SK Tarakan.
Kendati demikian, kondisinya yang sempat membaik membuat pihak rumah sakit memulangkan bersangkutan untuk menjalani rawat jalan. "Sebenarnya yang bersangkutan adalah memang klien kita yang sebelumnya sudah pernah kami tangani. Adapun yang bersangkutan memiliki anak, itu karena bersangkutan memang memiliki suami. Kemarin begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan asestmen lagi ke rumahnya yang berada di Simpang Amal Mamburungan," ujarnya, Rabu (21/5).
"Yang bersangkutan ini sebenarnya kondisinya sempat membaik tapi setelah dipulangkan dari Teratai, mungkin tidak rutin minum obat akhirnya kambuh lagi. Semua obat-obatnya, BPJSnya itu ditanggung pemerintah tapi memang kita tidak bisa mengontrol dia 24 jam," sambungnya.
Diungkapkannya, sosok tersebut dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan sejak dua tahun lalu dan hingga saat ini bersangkutan merupakan klien yang ditanggani Dinsos Tarakan.
Namun demikian, pihaknya menduga jika bersangkutan tidak rutin meminum obat sehingga membuat kondisi bersangkutan kembali parah. "Ini juga pentingnya sebenarnya pendampingan keluarga untuk mengingatkan dia selalu minum obat, karena kalau obatnya itu sudah dibantu, tinggal pendamping keluarga saja," urainya.
"Kami minta keluarganya agar mengingatkan bersangkutan rutin minum obat. Kalau penyebab bersangkutan mengalami gangguan jiwa ini kan diduga karena persoalan rumah tangga.
Karena memang perempuan yang habis melahirkan itu tidak boleh stres yah, tidak boleh banyak tekanan pikiran," jelasnya. Diuraikannya, bersangkutan memiliki banyak anak lantaran tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
Sehingga kondisi ini membuat Dinsos berencana akan menerapkan suntik KB pada bersangkutan demi kelayakan hidup anaknya yang telah lahir. "Bersangkutan ini memiliki anak cukup banyak ada sekitar 6 atau 7 sehingga nanti kalau kondisi bersangkutan membaik kami akan memasang program KB pada bersangkutan.
Karena kasihan juga kalau bersangkutan melahirkan terus. Sementara suaminya sudah cukup tua,"jelasnya.
"Sejauh ini persoalan ODGJ menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Di suatu sisi kami harus melakukan penanganan maksimal, di suatu sisi kami punya kemampuan dan fasilitas terbatas.
Jadi selama ini kalau ada ODGJ yang terdeteksi, melalui satpol PP kita serahkan ke RSUD untjm perawat setalah kondisinya membaik dipulangkan untuk rawat jalan," pungkasnya. (zac).
Editor : Indra Zakaria