TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menghadapi tantangan besar dalam penanganan kawasan kumuh. Sebab, masih terdapat sekitar 206 hektare (ha) kawasan kumuh yang belum tersentuh pembangunan fisik. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Agung Nugroho mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 206 ha kawasan kumuh yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur dasar.
“Secara dokumen kita sudah punya RP2KPKPK (Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh), tapi implementasi fisiknya belum berjalan maksimal,” kata Agung.
Ia menjelaskan, dokumen tersebut telah memetakan lokasi dan jenis penanganan sesuai dengan tujuh indikator kekumuhan. Yakni, keteraturan bangunan, ketersediaan air bersih, sanitasi, drainase, pengelolaan limbah, proteksi kebakaran dan jalan lingkungan. “Kawasan kumuh di Bulungan sekarang ini diklasifikasikan sebagai kumuh ringan dan kumuh sedang,”ungkanya.
Artinya, tidak ditemukan kategori kumuh berat. Kawasan kumuh yang telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) berada di Tanjung Selor, mencakup tujuh lokasi. Salah satunya di Jalan Semangka. “Yang paling berat di kita itu hanya kumuh sedang, alhamdulillah tidak ada yang masuk kategori kumuh berat,”ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh bukan tanggung jawab satu instansi saja. Butuh kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)) Bulungan hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulugamn.
“Tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus dieksekusi secara terintegrasi,” ucapnya. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembangunan WC komunal, perbaikan jalan lingkungan hingga penambahan tempat pembuangan sampah.
Upaya pencegahan kawasan kumuh baru juga dilakukan melalui edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. “Alhamdulillah, sampai saat ini belum muncul kawasan kumuh baru di luar yang sudah terdata. Fokus kami sekarang menyelesaikan yang sudah ada,” tegasnya.
Ia berharap Tanjung Selor sebagai ibu kota kabupaten bisa menjadi wajah yang tertib, bersih, dan aman. “Jangan sampai di depan mata kita masih ada kawasan kumuh. Ini tantangan nyata yang harus kita tangani bersama,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Indra Zakaria