NUNUKAN – Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan terus bersiaga memantau kondisi banjir yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah perbatasan. Berdasarkan laporan terbaru pada Selasa pagi, debit air di Sungai Sebuku terpantau mengalami kenaikan signifikan akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kasubid Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengonfirmasi bahwa luapan air Sungai Sebuku kini mulai memasuki kawasan pemukiman warga, khususnya di Desa Kunyit. Meski air terus merangkak naik, aktivitas harian masyarakat dilaporkan masih berjalan normal, meski kewaspadaan tetap ditingkatkan guna mengantisipasi kenaikan permukaan air yang lebih ekstrem.
Kondisi cukup parah terpantau di Kecamatan Sembakung Atulai. Di wilayah ini, sejumlah desa seperti Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 hingga 2 meter. Dampak dari luapan ini menyebabkan sekitar 300 unit rumah warga tergenang. Akses transportasi darat antar desa pun lumpuh total, memaksa warga untuk beralih menggunakan perahu sebagai sarana mobilitas utama. Saat ini, pihak BPBD masih melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mendata jumlah pasti kepala keluarga yang terdampak.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Lumbis, situasi terpantau mulai menunjukkan tren positif. Titik pantau di Jembatan Sungai Sembakung mencatat adanya penurunan tinggi muka air dari level 9,5 meter menjadi 9 meter. Meskipun sempat mengalami kenaikan drastis, aktivitas masyarakat di Lumbis kini berangsur normal kembali seiring dengan surutnya air di titik tersebut.
Namun, kewaspadaan tinggi justru kini dialihkan ke wilayah hilir, tepatnya di Kecamatan Sembakung. Berbeda dengan wilayah hulu yang mulai surut, debit air di Sembakung dilaporkan naik sebesar 18 cm. Saat ini posisi ketinggian air berada di level 4,35 meter, jauh di atas batas normal yang seharusnya berada pada angka 3 meter. BPBD Nunukan terus mengimbau warga di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman dari wilayah hulu. (akz/jnr)
Editor : Indra Zakaria